Rabu 12 Jan 2022 13:33 WIB

Pelatih Mesir: Piala Afrika Baru Mulai, Kekalahan dari Nigeria Bukan Akhir Perjalanan

Timnas Nigeria tampil dominan meski Mesir diperkuat oleh Mohamed Salah.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih timnas Mesir Carlos Queiroz. Queiroz tidak ingin langsung menyerah hanya karena timnya kalah di partai pembuka Piala Afrika 2021.
Foto: AP Photo/Manu Fernandez
Pelatih timnas Mesir Carlos Queiroz. Queiroz tidak ingin langsung menyerah hanya karena timnya kalah di partai pembuka Piala Afrika 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, GAROUA -- Pelatih timnas Mesir, Carlos Queiroz, tidak ingin langsung menyerah hanya karena kalah di partai pembuka Piala Afrika 2021. Hal ini ia katakan setelah kubunya tumbang dengan skor 0-1 pada laga perdana Grup D di Roumde Adja Stadium, Selasa (11/1/2022).

The Super Eagles, julukan timnas Nigeria, tampil dominan meski Mesir diperkuat oleh Mohamed Salah. Pemain Nigeria sekaligus Leicester City, Kelechi Iheanacho, mencuri lampu sorot publik dengan gol semata wayangnya di menit ke-30.

Baca Juga

Kebuntuan akhirnya diakhiri oleh Iheanacho di pertengahan babak pertama. Tendangan setengah volinya tidak mampu diselamatkan oleh El Shenawy dan membuat Nigeria unggul hingga akhir laga.

Menanggapi hasil itu, Queiroz mengakui bahwa timnya tidak tampil sesuai keinginannya. Mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu meminta anak buahnya melakukan evaluasi di laga selanjutnya.

"Performa di babak pertama sangat buruk dan itu kenyataannya. Kami tidak benar-benar berada di lapangan," kata Queiroz, Rabu (12/1/2022).

Mohamed Salah yang berperan sebagai kapten bukan tanpa kontribusi. Dirinya beberapa kali membahayakan gawang Nigeria namun tidak kunjung menemui hasil.

Dominasi Nigeria menyebabkan Mesir hanya mencatat dua shots on goal. Kiper The Paraohs, Mohamed El Shenawy, pun harus bekerja keras agar gawangnya tidak kebobolan lebih banyak.

Kemenangan membuat Nigeria sementara ini memimpin klasemen Grup D dengan tiga poin dan Mesir masih menghuni peringkat terakhir. Sementara, Guinea-Bissau dan Sudan sama-sama mengemas satu poin karena imbang di pertandingan lain.

"Kami kalah di pertandingan ini tapi harus menang melawan Sudan dan Guinea-Bissau agar bisa lolos (ke fase gugur)," tegas Queiroz.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement