Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Infeksi Omicron Munculkan Gejala tak Biasa, 3 Jenis Ruam Kulit Bisa Jadi Pertandanya

Rabu 12 Jan 2022 04:02 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Lesi ungu sangat mirip dengan cacar air, campak, atau chilblains tampak pada pasien Covid-19. Gejala kulit ini juga ditemukan pada orang yang terinfeksi varian delta.

Lesi ungu sangat mirip dengan cacar air, campak, atau chilblains tampak pada pasien Covid-19. Gejala kulit ini juga ditemukan pada orang yang terinfeksi varian delta.

Foto: Newsflash / Consejo Jenderal De Colegios Ofic
Kenali tiga jenis ruam kulit yang bisa menjadi pertanda infeksi varian omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- SARS-CoV-2 varian omicron tengah merebak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Inggris, orang yang positif Covid-19 akibat infeksi omicron melaporkan gejala yang lebih ringan, dengan laporan resmi Inggris mengungkap bahwa risiko rawat inap 50-70 persen lebih rendah daripada delta.

Di antara gejala yang muncul, ada pertanda baru yang tak biasa, yaitu ruam kulit. ZOE Covid Symptom Study App mencatat tiga jenis ruam yang dilaporkan pasien positif Covid-19 infeksi omicron di Inggris, dilansir The Sun, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga

1. Hives alias kaligata

Orang-orang yang melaporkannya mengatakan bahwa hives sering muncul secara tiba-tiba. Hives ditandai dengan adanya bintik merah, bengkak, dan sangat gatal.

Hives disebut juga dengan kulit melepuh atau kaligata. Hives sering kali muncul di area telapak tangan atau telapak kaki dan menimbulkan rasa sangat gatal.

Infeksi virus, seperti SARS-CoV-2, dapat menyebabkan gatal-gatal pada beberapa orang. Kasusnya lebih sering terjadi pada anak-anak.

2. Biang keringat

Penderita infeksi omicron juga ada yang melaporkan biang keringat yang muncul di seluruh di seluruh tubuh. Kasusnya lebih sering terjadi pada siku, lutut, dan punggung tangan serta kaki.

Biang keringat lazim dilaporkan oleh anak-anak yang positif Covid-19 akibat omicron. Sampai saat ini, kasusnya belum terlihat pada orang dewasa.

Dr David Lloyd mengatakan, dia telah melihat sekitar 15 persen anak-anak dengan kasus omicron yang dikonfirmasi mengembangkan bintik-bintik biang keringat. Mereka juga mengalami kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan yang tampaknya sesuai dengan gejala varian paling umum yang dilaporkan sejauh ini pada orang dewasa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA