Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Wagub Jateng: Jadikan Masjid Sebagai Sarana Pemersatu Umat

Selasa 11 Jan 2022 19:10 WIB

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj yasin maimoen saat membubuhkan tanda tangan pada prasasti persemian Masjid Al-Rafaah, di kompleks Kampus Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (11/1).

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj yasin maimoen saat membubuhkan tanda tangan pada prasasti persemian Masjid Al-Rafaah, di kompleks Kampus Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (11/1).

Foto: dok. Istimewa
Keberadaan masjid di lingkungan kampus memiliki fungsi yang luas.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Keberadaan masjid tidak hanya berfunsi sebagai tempat ibadah umat muslim. Lebih dari itu, masjid juga memiliki peran strategis sebagai pusat berbagai kegiatan dan sarana menyatukan umat.

Bahkan keberadaan masjid di lingkungan kampus juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk pengembangan karakter mahasiswa. “Baik untuk pembelajaran ilmu agama maupun untuk meningkatkan keimanan warga kampus,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat meresmikan Masjid Al-Rafaah di Kampus Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (11/1).

Baca Juga

Menurut wagub, keberadaan masjid di lingkungan kampus memiliki fungsi yang luas. selain sebagai tempat ibadah. Masjid juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran ilmu agama (Islam) dan meningkatkan keimanan, maupun sifat rohmah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Kalau masjid sudah mampu memainkan berfungsi untuk menyebarkan dan mengajarkan nilai- nilai yang rohmah, maka harapannya tidak ada pemisahan umat, seperti halnya dalam surat At-Taubah, bahwa pendirian masjid itu bukan untuk pemisahan tetapi untuk menyatukan umat.

Termasuk keberadaan Masjid Al-Rafaah di lingkungan Universitas Ngudi Waluyo. “Kita harus lebih menguatkan negara, mengajarkan kebaikan dan kasih sayang seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW,” lanjut Taj Yasin.

Masih mengutip surat At Taubah, wagub juga menegaskan bahwa pendirian masjid haruslah hanya semata- mata atas dasar taqwa, bukan atas dasar kepentingan lain yang dapat menimbulkan kemudharatan.

Selain sebagai tempat ibadah dan sarana pemersatu umat, keberadaan masjid di lingkungan kampus juga untuk media pengembangan karakter serta meningkatkan kecerdasan spiritual mahasiswa.

Sebab kecerdasan seseorang tidak hanya bertumpu pada intelektual atau IQ-nya saja, namun  kecerdasan spiritual atau SQ juga penting dimiliki oleh semua umat manusia, agar emosionlnya dapat dikendalikan.

“Maka dengan adanya Masjid Al-Rafaah di Kampus Ngudi Waluyo ini sangat tepat sebagai sarana untuk menambah keilmuan dan memperkuat nilai- nilai spiritual keagamaan warga kampus,” tambahnya.

Wagub menambahkan, keberadaan Masjid Ar-Rafaah yang menghadap ke jalan raya dan permukiman warga diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi yang besar terhadap kampus.

Tetapi juga mampu mengajak dan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan dalam rangka memakmurkan masjid. “Sehingga keberadaan masjid ini juga akan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di sekitar kampus,”  kata Taj Yasin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA