Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Pengungsi Rohingya Kehilangan 'Segalanya' karena Kebakaran

Rabu 12 Jan 2022 06:40 WIB

Red: Nur Aini

Ribuan pengungsi Rohingya, termasuk anak-anak, di Bangladesh tidur beratapkan langit setelah terjadi kebakaran pada Ahad (9/11/2022) di kamp pengungsi, yang memusnahkan semua barang milik mereka.

Ribuan pengungsi Rohingya, termasuk anak-anak, di Bangladesh tidur beratapkan langit setelah terjadi kebakaran pada Ahad (9/11/2022) di kamp pengungsi, yang memusnahkan semua barang milik mereka.

Kebakaran terjadi di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA -- Ribuan pengungsi Rohingya, termasuk anak-anak, di Bangladesh tidur beratapkan langit setelah terjadi kebakaran pada Ahad (9/11/2022) di kamp pengungsi, yang memusnahkan semua barang milik mereka.

Menurut saksi mata, tenda-tenda darurat terbakar pada Ahad malam di Cox's Bazaar, distrik pesisir negara yang menampung kamp pengungsi Rohingya terbesar di dunia.

Baca Juga

"Saya pergi bekerja. Setelah kembali di malam hari saya melihat kobaran api.  Kami kehilangan segalanya,” kata Nurul Kabir, seorang pengungsi Rohingya.

Petugas penyelamat dan pihak berwenang sedang mensurvei lokasi dan menyusun strategi untuk merehabilitasi para pengungsi. Shah Rezwan Hayat, komisaris bantuan dan pemulangan pengungsi Bangladesh, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon bahwa mereka sedang menyiapkan tenda kain untuk para pengungsi.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan sejauh ini, katanya, seraya menambahkan bahwa beberapa orang menderita luka bakar ringan. Laporan awal menunjukkan api menyebar setelah tabung gas memasak meledak, katanya.

Itu bukan pertama kalinya kebakaran terjadi di kamp-kamp di mana lebih dari satu juta pengungsi hidup dalam kondisi kumuh. Pada Juli tahun lalu, 60 tenda darurat terbakar. Sementara pada Maret lalu, 15 orang tewas dalam kebakaran hebat di kamp tersebut.

Kebakaran lain menewaskan tiga orang, semuanya Rohingya dan merusak tujuh toko di pasar kamp pada 2 April. Pada pertengahan Januari tahun lalu, kebakaran lain menghancurkan lebih dari 500 gubuk Rohingya.

Baca: Australia tak Mau Lockdown, Memilih Lewati Wabah Covid-19 Omicron

Baca: Menlu Israel Positif Covid-19 Saat Negaranya Bersiap Hadapi Omicron dengan Dosis 4 Vaksin

Sebagian besar pengungsi Rohingya di Bangladesh melarikan diri dari tindakan keras militer brutal di negara asal mereka Myanmar pada Agustus 2017. Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah terbunuh, sementara lebih dari 34.000 dilemparkan ke dalam api, lebih dari 114.000 dipukuli, dan sebanyak 18.000 perempuan dan gadis Rohingya diperkosa, menurut laporan oleh Ontario International Development Agency. 

Baca: Arab Saudi Krisis Rudal Gara-Gara Beli Sistem Pertahanan Buatan AS

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA