Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Memuliakan Tamu, Amalan yang Dicontohkan Langsung oleh Malaikat

Senin 10 Jan 2022 23:46 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

Islam menekankan pentingnya memuliakan tamu sebagai bagian dari iman. Ilustrasi memuliakan tamu

Islam menekankan pentingnya memuliakan tamu sebagai bagian dari iman. Ilustrasi memuliakan tamu

Foto: Republika/Musiron
Islam menekankan pentingnya memuliakan tamu sebagai bagian dari iman

REPUBLIKA.CO.ID, — Surat  Adz Dzariyat ayat 24-34 mengajarkan hal yang lebih umum, yakni adab memuliakan tamu. Surah Makkiyah itu mengisahkan keteladanan Nabi Ibrahim AS. Sang Kekasih Allah (Khalilullah) itu mempersilakan para tamunya masuk ke dalam rumahnya yang sederhana. 

Prof Raghib as-Sirjani dalam Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia(2011), menjelaskan diam-diam, dia menemui keluarganya agar mempersiapkan hidangan istimewa, daging anak sapi yang gemuk, sebagai jamuan untuk mereka.

Baca Juga

Belakangan diketahui bahwa tamu-tamu itu adalah para malaikat yang diutus Allah SWT untuk mengabarkan kelahiran Nabi Ishaq AS dan azab yang akan menimpa kaum Sodom sebagai balasan telah mengingkari dakwah Nabi Luth AS.

Adab yang diwariskan Nabi Ibrahim AS itu terus hidup di tengah bangsa Arab praIslam, khususnya yang berpegang pada monoteisme (tauhid). Ka'bah yang didirikannya bersama dengan Nabi Ismail AS menjadi situs sakral yang rutin dikunjungi orang-orang dari pelbagai penjuru. 

Oleh karena itu, siapa pun yang me ngurus Baitullah tersebut akan dipandang terhormat bagi seluruh bangsa Arab. Sejak abad kelima, Qushay menguasai Makkah sehingga berhak menangani segala urusan Ka'bah. Pascamening galnya leluhur kaum Quraisy itu, wewenang tersebut diwariskan kepada putra sulungnya, Abdud Dar, kakak Abdul Manaf. 

Setelah Abdul Manaf wafat, mulai terjadi pertentangan di antara para elite Quraisy. Untuk menghindari konflik, disepakatilah pembagian tugas. Keturunan Abdul Manaf menangani penyambutan jamaah haji, sedangkan keturunan Abdud Dar memegang panji politik. 

Baca juga: Saat Tentara Salib Hancurkan Masjid Hingga Gereja di Alexandria Mesir 

Hasyim bin Abdul Manaf ditetapkan sebagai penanggung jawab logistik bagi para peziarah Ka'bah. Setelah Hasyim wafat, kedudukan itu diteruskan oleh saudaranya, Abdul Muthalib bin Hasyim-kakek Nabi Muhammad ﷺ. 

Pada masa permulaan dakwah Islam, tugas mulia itu dilakukan putra-putra Abdul Muthalib, termasuk Abbas, paman Nabi ﷺ. Sesudah pembebasan Makkah (Fathu Makkah), semua keputusan tentang pemeliharaan Ka'bah ada di tangan Rasulullah ﷺ.  

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA