Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Alec Baldwin Bantah tidak Kooperatif dalam Proses Investigasi

Senin 10 Jan 2022 21:48 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Aktor Alec Baldwin dikabarkan bersikap tak kooperatif dalam proses investigasi kasus penembakan senjata properti di lokasi syuting film Rust.

Aktor Alec Baldwin dikabarkan bersikap tak kooperatif dalam proses investigasi kasus penembakan senjata properti di lokasi syuting film Rust.

Foto: AP/Seth Wenig
Hingga kini, investigas insiden tembakan syuting film 'Rust' masih berlanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Alec Baldwin dikabarkan bersikap tak kooperatif dalam proses investigasi kasus penembakan senjata properti di lokasi syuting film Rust. Melalui media sosial, sang aktor membantah tudingan tersebut.

"Itu bohong," jelas Baldwin melalui akun Instagram pribadinya, seperti dilansir FOX News, Senin (10/1/2022).

Baca Juga

Baldwin merupakan aktor yang menarik pelatuk senjata properti di lokasi syuting film Rust pada 21 Oktober 2021. Tanpa diduga, senjata properti yang digunakan Baldwin berisi peluru sungguhan. Tembakan dari senjata properti tersebut menewaskan sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza.

Hingga saat ini, investigasi terhadap kasus tersebut masih berlanjut. Dalam laporan yang berhasil didapatkan oleh Fox News Digital pada Desember, disebutkan bahwa Santa Fe County Sheriff's Department ingin memeriksa ponsel milik Baldwin untuk mencari bukti terkait kematian Hutchins.

Akan tetapi, laporan tersebut mengungkapkan bahwa pihak pengacara Baldwin secara proaktif meminta polisi menunjukkan surat izin penggeledahan terlebih dahulu. Hal ini diajukan untuk melindungi Baldwin dan juga keluarganya.

"Setiap kabar yang mengungkapkan bahwa saya tidak mematuhi permintaan atau perintah atau tuntutan atau penggeledahan tentang ponsel saya, itu omong kosong," ungkap Baldwin.

Baldwin mengatakan yang sebenarnya terjadi adalah masalah terkait kewilayahan dalam penanganan kasusnya. Pria berusia 63 tahun tersebut mengatakan pihak dari negara bagian lain tak bisa begitu saja mendatangi dirinya dan meminta ponselnya.

"'Berikan saya ponsel Anda, berikan saya ini, berikan saya itu' mereka tak bisa melakukannya," ujar Baldwin.

Pihak dari negara bagian lain bisa melakukan hal tersebut bila melibatkan negara bagian tempatnya tinggal. Proses inilah yang dinilai Baldwin memakan waktu.

"Mereka harus menjelaskan apa sebenarnya yang mereka inginkan. Mereka tak bisa begitu saja membuka ponsel Anda dan mengambil foto Anda atau surat cinta Anda untuk istri Anda atau apa pun yang Anda punya," pungkas Baldwin.

Terlepas dari itu, Baldwin mengatakan dia sangat bersedia untuk bersikap kooperatif selama proses investigasi dilakukan sesuai dengan aturan. Baldwin pun tak keberatan bila nantinya dia harus menyerahkan ponsel miliknya untuk digeledah.

Baldwin mengatakan tindakan yang dia ambil ini juga bertujuan untuk melindungi privasi orang-orang yang ada di ponselnya. Namun, Baldwin menekankan bahwa prioritas utamanya adalah mengetahui apa yang sebenarnya mendorong insiden penembakan yang menewaskan Hutchins tersebut.

"Cara terbaik, cara satu-satunya, kita bisa memberi penghormatan untuk kematian Halyna Hutchins adalah mengetahui kebenarannya, itu yang saya lakukan," ungkap Baldwin.

Baldwin mengatakan dirinya akan mengikuti setiap proses dalam investigasi. Dia juga meminta publik tak perlu khawatir mengenai hal tersebut. Hingga saat ini, tak ada respons lebih lanjut dari perwakilan Baldwin atau investigator di New Mexico saat dihubungi FOX News.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA