Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Ini Lho, Akibat Sering Membakar Sampah

Selasa 11 Jan 2022 00:01 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Warga berusaha memadamkan api dengan ember berisi air. Sebuah kebakaran terjadi akibat membakar sampah.

Warga berusaha memadamkan api dengan ember berisi air. Sebuah kebakaran terjadi akibat membakar sampah.

Foto: AP/Jorge Saenz
Pembakaran di tempat terbuka yang merupakan salah satu penyebab polusi udara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) Prigi Arisandi mengatakan edukasi tentang pembakaran sampah perlu ditingkatkan. Pembakaran di tempat terbuka yang merupakan salah satu penyebab polusi udara.

Prigi mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat dan penguatan peran pemerintah terkait pengelolaan perlu dilakukan untuk mendorong pembakaran sampah tidak lagi menjadi kebiasaan."Yang pertama, bagaimana masyarakat harus mendapatkan edukasi melalui sekolah dan dunia pendidikan, bahwa membakar sampah mengeluarkan bahan-bahan kimia (yang berdampak buruk)," katanya, Senin (10/1/2022).

Baca Juga

Upaya yang kedua adalah adanya peningkatan upaya dan aksi dari pemerintah untuk menyediakan sarana pengelolaan sampah yang baik dan memadai. Sebab, menurutnya, saat ini regulasi pengelolaan sampah masih belum optimal.

Menurut dia, bahwa jika dilihat secara nasional maka setiap tahun masyarakat dapat menghasilkan 8 juta ton sampah plastik dengan sekitar 3 juta ton yang terkelola. Akibatnya, ujar Prigi, terdapat 5 juta ton sampah yang terabaikan, 2,6 juta ton sampah dibuang ke sungai. Sisanya 2,4 juta ton akan dibakar.

Dia menegaskan perlu adanya peran dari masyarakat melalui berbagai macam komunitas yang secara mandiri dapat aktif untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai lingkungan khususnya tentang pengelolaan sampah yang baik."Memang untuk mewujudkan masyarakat yang berpartisipasi dan berkontribusi pada lingkungan dibutuhkan akses informasi. Dari tersedianya informasi ini, kami yakin lambat laun akan tercipta masyarakat yang kritis, mandiri, dan memperjuangkan lingkungan yang sehat dan bebas pencemaran," kata dia.

sumber : antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA