Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

#CerdasBerdonasi Berikan Tips Berdonasi Aman dan Tepat Sasaran

Ahad 09 Jan 2022 16:32 WIB

Red: Gita Amanda

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bermain musik akustik saat penggalangan dana peduli Semeru, (ilustrasi).

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bermain musik akustik saat penggalangan dana peduli Semeru, (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Syaiful Arif
#CerdasBerdonasi bertujuan untuk mengajak publik supaya lebih teliti dalam berdonasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua peneliti sekaligus praktisi ilmu sosial alumni Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI), Garnadi Walanda Dharmaputra dan Prihandoko menggagas sebuah gerakan yang diberi nama #CerdasBerdonasi. Mengusung slogan "Ayo teliti. Awas manipulasi.", #CerdasBerdonasi bertujuan untuk mengajak publik supaya lebih teliti dan hati-hati sebelum berdonasi atau memberi sumbangan ke mana pun.

"Ini sebuah gerakan bersama agar kita saling mengingatkan," kata Garnadi dalam keterangannya di Jakarta, Ahad.

Baca Juga

Garnadi menjelaskan, #CerdasBerdonasi bergerak di berbagai kanal media sosial, yakni Instagram (@cerdasberdonasi), TikTok (@cerdasberdonasi), Twitter (@cerdasberdonasi), dan Facebook Fanpage (Cerdas Berdonasi). Lewat kanal-kanal tersebut #CerdasBerdonasi mencoba untuk mengingatkan sekaligus mengedukasi publik lewat konten-konten berisi berbagai informasi dan tips mengenai berdonasi yang aman dan tepat sasaran, termasuk soal aturan hukum pengumpulan sumbangan atau donasi.

"Kami berupaya untuk terus menyampaikan bahwa teliti serta cek dan ricek sebelum menyumbang merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan calon donatur," ujarnya.

Menurut Garnadi, ketelitian, kewaspadaan, serta cek dan ricek perlu diterapkan setiap masyarakat ingin berdonasi atau menyumbang. Sebagai contoh, menyumbang ke peminta-minta di jalanan, pengasuh yayasan yang berkeliling dari rumah ke rumah, hingga lembaga-lembaga donasi yang membuka penggalangan dana secara daring.

"Sikap ini jangan diartikan kita menaruh curiga terhadap peminta sumbangan atau penggalangan donasi. Tapi menjadi semacam benteng bagi kita semua agar tak terjebak atau secara tidak sadar mendukung berbagai kepentingan yang bersembunyi di balik upaya menjaring simpati lewat ajakan berdonasi," ucap dia.

Sementara itu Prihandoko menambahkan selama ini banyak anggapan bahwa yang terpenting dalam berdonasi atau memberi sumbangan adalah niat dan ikhlas. Anggapan itu, kata dia, jelas sangat tepat, tapi alangkah baiknya jika niat dan ikhlas itu diikuti sikap teliti dan waspada sebelum memberi sumbangan agar bantuan yang diberikan tak disalahgunakan.

"Sayang sekali kalau niat mulia untuk membantu sesama ternyata tak sampai ke tangan si penerima," ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA