Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

CAIR Segera Rilis Laporan Islamofobia Soal Pendanaan Kelompok Anti-Muslim

Ahad 09 Jan 2022 12:37 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

CAIR Segera Rilis Laporan Islamofobia Soal Pendanaan Kelompok Anti-Muslim. Ilustrasi Islamofobia

CAIR Segera Rilis Laporan Islamofobia Soal Pendanaan Kelompok Anti-Muslim. Ilustrasi Islamofobia

Foto: Foto : MgRol_93
Laporan tersebut memuat 35 lembaga yang menyalurkan dana ke kelompok anti-Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Council on American-Islamic Relations (CAIR) berencana merilis laporan Islamofobia terbarunya berjudul Islamophobia in the Mainstream pada Selasa (11/1/2022). Laporan tersebut mengidentifikasi 35 lembaga dan yayasan amal utama yang menyalurkan hampir 106 juta dolar ke 26 kelompok anti-Muslim antara 2017-2019.

“Bukan rahasia lagi Jaringan Islamofobia tetap hiperaktif dan didanai dengan baik. Meskipun ada sedikit penurunan dalam yayasan yang menyalurkan uang ke kelompok anti-Muslim, jutaan dolar masih mengalir ke organisasi yang menyebarkan informasi yang salah dan melanggengkan stereotip berbahaya tentang Muslim dan Islam," kata Koordinator Riset dan Advokasi Nasional CAIR Huzaifa Shahbaz dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Abna24, Ahad (9/1/2022).

Baca Juga

"Hari ini, lebih dari sebelumnya, komunitas filantropi harus menetapkan kebijakan yang jelas untuk mencegah dana masuk ke kelompok-kelompok yang membenci dan menerapkan inisiatif pendidikan bagi staf dan anggota dewan untuk membantu mereka memahami sejauh mana fanatisme anti-Muslim," lanjut dia.

CAIR berencana mengadakan konferensi pers virtual untuk menguraikan detail laporan pada 12 malam pada Selasa mendatang. Laporan baru CAIR menunjukkan pendanaan arus utama untuk organisasi Islamofobia telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Akan tetapi, organisasi semacam itu terus menerima sejumlah besar uang melalui yayasan keluarga swasta dan dana yang disarankan oleh donor arus utama. Kemudian pada akhirnya digunakan untuk menyebarkan kefanatikan terhadap Muslim. 

Laporan tersebut juga menguraikan lanskap Islamofobia antara 2019-2020 dengan merinci lebih dari belasan insiden anti-masjid dan aktivitas anti-Muslim di sekolah, politik Amerika, dan media sosial. Pada 2020, CAIR yang berbasis di Washington, D.C. menerima lebih dari 6.000 pengaduan yang melibatkan diskriminasi, pelecehan, intimidasi, serangan fisik, dan insiden lainnya secara nasional. Tahun lalu, CAIR merilis laporan yang mendokumentasikan data tersebut.

Adapun CAIR merupakan organisasi kebebasan sipil dan advokasi Muslim terbesar di Amerika. Misinya adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang Islam, melindungi hak-hak sipil, mempromosikan keadilan, dan memberdayakan Muslim Amerika.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA