Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Pasca Libur Nataru, Disdagin Klaim Harga Cabai dan Telur di Bandung Turun

Jumat 07 Jan 2022 23:25 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pedagang menyortir telur ayam untuk pembeli di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengklaim harga cabai dan telur mengalami penurunan pasca libur natal dan tahun baru 2022. Namun begitu sejumlah harga komoditas masih mengalami kenaikan dan belum menurun.

Pedagang menyortir telur ayam untuk pembeli di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengklaim harga cabai dan telur mengalami penurunan pasca libur natal dan tahun baru 2022. Namun begitu sejumlah harga komoditas masih mengalami kenaikan dan belum menurun.

Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Kepala Disdagin Bandung menyebut terjadi penurunan sejumlah harga komoditas

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengklaim harga cabai dan telur mengalami penurunan pasca libur natal dan tahun baru 2022. Namun begitu sejumlah harga komoditas masih mengalami kenaikan dan belum menurun.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan petugas telah memantau harga-harga sembako di 8 pasar di Kota Bandung tiap satu pekan sekali. Pihaknya menemukan penurunan sejumlah harga komoditas.

"Dari data yang masuk sudah ada penurunan harga di antaranya telur, minggu kemarin sebelum menjelang natal dan tahun baru 2022 itu sampai menyentuh harga Rp 34 ribu (per kilogram) tertingginya sekarang alhmdullah sudah diangka Rp 30 ribu itu sudah ada penurunan," ujarnya, Jumat (7/1).

Selain itu harga cabai tanjung mengalami penurunan menjadi Rp 50 ribu per kilogram dan diklaim mengalami penurunan. Namun harga cabai rawit masih tinggi di angka Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu yang sebelumnya mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

"Untuk cabai rawit masih di kisaran Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu. Jadi yang masih itu daging ayam Rp 35 ribu belum ada penurunan juga minyak goreng masih Rp 19-20 ribu per liternya," katanya.

Ia melanjutkan Kementerian Perdagangan pekan depan akan mulai memproduksi minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter. Keberadaannya diharapkan dapat membantu pelaku usaha di tengah harga masih tinggi.

"Sekarang dengan minggu pertama saja sudah ada penurunan telur sudah menurun dan beberapa komoditas sudah menurun harganya seperti cabai rawit sudah menurun," katanya.

Elly berharap pekan ketiga di bulan Januari harga-harga sembako sudah bisa normal karena permintaan yang menurun. "Insya Allah mudah-mudahan minggu ke tiga bulan Januari ini harga kembali normal dengan menurunnya permintaan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA