Sabtu 08 Jan 2022 01:03 WIB

Tips Berinvestasi Kripto untuk Pemula di 2022

Investor kripto harus berinvestasi atau bertransaksi di pedagang terdaftar BAPPEBTI

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
CEO Indodax Oscar Darmawan.  Investasi kripto diperkirakan akan semakin diminati. CEO Indodax Oscar Darmawan melihat akan ada banyak sekali investor baru yang mencoba peruntungannya pada tahun 2022.
Foto: https://m.facebook.com/indodax
CEO Indodax Oscar Darmawan. Investasi kripto diperkirakan akan semakin diminati. CEO Indodax Oscar Darmawan melihat akan ada banyak sekali investor baru yang mencoba peruntungannya pada tahun 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investasi kripto diperkirakan akan semakin diminati. CEO Indodax Oscar Darmawan melihat akan ada banyak sekali investor baru yang mencoba peruntungannya pada tahun 2022. 

Agar tidak salah langkah, Oscar pun membagikan tips bagi para pemula yang hendak memulai berinvestasi kripto. Pertama, investor harus memastikan bahwa mereka bertransaksi di pedagang fisik aset kripto yang sudah terdaftar di BAPPEBTI.

Kemudian lanjut Oscar, investor juga tidak bisa asal trading dan membeli aset kripto. Investor perlu memahami bagaimana fundamental kripto. Pada dasarnya, menurut Oscar, memahami aset kripto secara fundamental itu tidak sulit. 

“Para investor pemula harus mau belajar terlebih dahulu mengenai investasi aset kripto sebelum terjun langsung agar tidak salah langkah," kata Oscar, Jumat (7/1).

Apabila investor pemula sudah mau berinvestasi namun masih ragu akan membeli aset kripto yang mana, menurut Oscar, Bitcoin dan Ethereum bisa menjadi pilihan. Pasalnya, kedua kripto tersebut memiliki kapitalisasi pasar terbesar serta teknologi yang jauh lebih matang daripada kripto lainnya.

Terakhir, Oscar mengingatkan agar investor selalu menggunakan uang dingin ketika akan bertransaksi aset kripto. Hal ini lantaran aset kripto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, sehingga naik turunnya harga kripto itu bisa terjadi sangat cepat. 

Apabila sudah rutin berinvestasi, investor juga diminta untuk rutin untuk memeriksa wallet. Selain itu, investor sebaiknya tidak mudah percaya dengan iming-iming akan mendapat keuntungan yang sangat banyak dan berkali lipat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement