Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Hubungan Rasulullah SAW dan Umatnya Erat, 4 Ayat Ini Jawabannya  

Jumat 07 Jan 2022 05:55 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Kasih sayang Rasulullah SAW untuk umatnya sangat besar. Ilustrasi Rasulullah

Kasih sayang Rasulullah SAW untuk umatnya sangat besar. Ilustrasi Rasulullah

Foto: Republika/Mardiah
Kasih sayang Rasulullah SAW untuk umatnya sangat besar

REPUBLIKA.CO.ID Menelusuri ayat-ayat Alquran, kita dapat dengan mudah mengamati betapa indah dan hangatnya hubungan antara kita dan Nabi kita tercinta, Muhammad ﷺ. 

Ketika membaca tentang kasih sayang, perhatian, dan cinta yang Nabi ﷺ berikan kepada para pengikutnya, kita akan menyadari mengapa beliau menerima cinta dan rasa hormat yang begitu luar biasa dari para pengikutnya. 

Melansir laman aboutislam.net, setidaknya ada empat alasan hubungan antara Rasulullah ﷺ dan umat Islam sangat erat. Keempatnya pun dijelaskan dalam ayat-ayat Alquran, di antaranya:  

Pertama, Nabi  ﷺ sangat mementingkan orang mukmin melebihi anak dan istrinya, seperti dalam surat Al Ahzab ayat 6

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).”

Kedua, Rasulullah ﷺ mendapat dukungan dan kesetiaan dari orang yang beriman kepada Allah ﷻ, dalam surat Al Mujadilah ayat 22:  

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya. 

Baca juga : Adopsi Spirit Doll, Sekadar Hiburan, Gangguan Mental atau Syirik?

Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. 

Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.” 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA