Kamis 06 Jan 2022 23:16 WIB

Kedatangan Pelaku Perjalanan Diprediksi akan Meningkat Signifikan

Kedatangan orang masuk ke RI diprediksi meningkat sampai minggu ketiga Januari.

Rep: Fauziah Mursid, Dian Fath Risalah, Zainur Mashir Ramadhan/ Red: Andri Saubani
Wisatawan memakai masker saat tiba di Bandara Ngurah Rai di Bali, Indonesia, 05 Januari 2022.
Foto: EPA-EFE/MADE NAGI
Wisatawan memakai masker saat tiba di Bandara Ngurah Rai di Bali, Indonesia, 05 Januari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kedatangan pelaku perjalanan internasional ke Indonesia diprediksi meningkat signifikan sejak 5 Januari hingga beberapa minggu ke depan. Ia menyebut, Kementerian Perhubungan memprediksi kedatangan ke Indonesia meningkat setidaknya sampai minggu ketiga Januari.

"Sehingga langkah antisipasi direncanakan sedemikian rupa, termasuk keputusan untuk menunda segala bentuk perjalanan yang tidak mendesak dan terencana apalagi dalam jumlah besar," ujar Wiku dalam keterangan persnya, Kamis (6/1),

Baca Juga

Menurutnya, mobilitas masyarakat tersebut akan memberikan risiko terhadap keberhasilan pengendalian Covid-19 pascalibur Natal dan Tahun Baru 2022. Wiku mengatakan, data Covid-19 per 5 Januari mencatat sebanyak 164 kasus Omicron di Indonesia.

Selain itu, demi menekan laju penularan Omicron, pemerintah Indonesia terus meningkatkan upaya skrining ketat di pintu-pintu masuk Indonesia dengan menegakkan peraturan karantina tanpa pandang bulu

"Satgas juga mengimbau pemerintah dan Satgas Covid-19 di daerah untuk menggencarkan upaya 3T agar dapat menghindari lonjakan kasus Covid-19 di komunitas akibat varian Omicron," ujarnya.

Sebab, kata Wiku, penelitian menunjukkan varian Omicron menyebabkan infeksi yang tidak terlalu parah. Meskipun begitu, ia meminta masyarakat tidak lengah serta tetap waspada melakukan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

"Hal-hal yang penting untuk kita catat adalah sampai kapanpun virus akan terus bermutasi, ini adalah hal yang alamiah. Untuk mengantisipasi penularan dari varian-varian tersebut kita perlu terus menjadi menjadikan protokol Kesehatan sebagai budaya baru kita," katanya.

 

Berbicara terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Erlina Burhan memperkirakan, tren kenaikan kasus Covid-19 akan meningkat pada pertengahan Januari ini.

"Akan ada kenaikan kasus mulai pertengahan Januari," ujar Erlina kepada Republika, Kamis (6/1).

Namun, berbeda dengan kasus Covid-19 pada Juni-Juli 2021 lalu, mayoritas pasien saat ini bergejala ringan. Sehingga, pada umumnya hanya menjalani karantina atau isolasi terpusat.

"Sebagian yang dirawat di RS terutama lansia atau ada komorbid," kata Erlina

Tren kenaikan kasus Covid-19 ini, lanjut Erlina disumbang dari adanya mobilitas pascalibur Nataru, serta sudah mulai masuknya varian Omicron di Indonesia. Tercatat hingga saat ini ada kasus Omicron sebanyak 254 kasus terdiri dari 239 kasus dari pelaku perjalanan internasional (imported case) dan 15 kasus transmisi lokal.

Kasus harian Covid-19 di Indonesia pun sedang menunjukkan tren kenaikan. Dikutip dari laporan Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (6/1) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 533. Jumlah tersebut telah melampaui angka penambahan pada 2 Desember 2021 sebanyak 311 kasus.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Rabu (5/12) mengatakan, jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI mulai naik. Dia menyebut, masyarakat perlu menekankan lebih jauh protokol kesehatan demi mengekang penyebaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadarannya dalam melaksanakan protokol kesehatan, di mana pun, kapan pun,” kata Anies dalam keterangannya, Rabu petang.

 

photo
Vaksin anak 6-11 tahun. - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement