Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

PWNU DKI Jakarta Minta Polisi Tangkap Ferdinand Hutahaean

Kamis 06 Jan 2022 21:42 WIB

Red: Ani Nursalikah

PWNU DKI Jakarta Minta Polisi Tangkap Ferdinand Hutahaean. Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean.

PWNU DKI Jakarta Minta Polisi Tangkap Ferdinand Hutahaean. Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean.

Foto: dok. Republika
Pernyataan Ferdinand menyakiti dan merusak harmonisasi antarumat beragama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap Ferdinand Hutahaean atas cicitannya yang dianggap telah menyebarkan ujaran yang menyinggung SARA.

"Saya sebagai Bendahara PWNU DKI meminta polisi untuk segara tangkap Ferdinand demi ketenangan bangsa," kata Bendahara PWNU DKI Mohammad Taufik dalam keterangannya, Kamis (6/1).

Baca Juga

Wakil DPRD DKI Jakarta itu mengungkapkan alasan Ferdinand harus segera ditangkap untuk memberi pelajaran agar yang bersangkutan tidak bisa dibiarkan atau seenaknya mencicit mengenai ketuhanan. Taufik menceritakan sejak kecil dirinya mengaji di kampung halamannya di Banten bahwa tidak ada Tuhan lemah.

Bahkan ini berlaku bagi semua agama. "Dalam Islam itu saya meyakini bahwa Allah memiliki sifat Al-Qawiyyu (Maha Kuat), Al-Aziz (Maha Perkasa), Al Jabbar memiliki (Mutlak) Kegagahan. Saya ini belajar sama kiai kampung. Jadi janganlah, buat kegaduhan yang bisa berujung benturan," kata dia.

Taufik menambahkan, pernyataan Ferdinand menyakiti dan merusak harmonisasi antarumat beragama. "Kita ini kan harus selalu menjaga antarpemeluk agama agar tak menyakiti atau mencederai keyakinan masing-masing. Jadi, cicitan di media sosial itu sangat disayangkan membuat gaduh. Jangan seperti itu," katanya.

Terkait dengan adanya klarifikasi Ferdinand, dia menilai haknya untuk membela diri. Namu, ada jejak digital sebagai bukti otentik tak bisa disangkal.

"Silakan membela diri. Haknya untuk klarifikasi. Videonya meminta maaf. Sebagai umat Islam ya maafkan. Tapi, itu tidak untuk hukum yang harus berjalan dan harus ada efek jera," ujar dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA