Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Ada Omicron di Balik Kasus Covid-19 Meningkat-Penderita Cenderung tidak Bergejala?

Kamis 06 Jan 2022 19:18 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi Covid-19. Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia tidak diikuti dengan kebutuhan perawatan dan peningkatan angka kematian.

Ilustrasi Covid-19. Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia tidak diikuti dengan kebutuhan perawatan dan peningkatan angka kematian.

Foto: Pixabay
Tren peningkatan kasus Covid-19 saat ini cenderung tak bergejala-gejala ringan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, tren peningkatan kasus yang terjadi saat ini cenderung tak bergejala atau bergejala ringan. Hal ini ditunjukan dari dua indikator yang justru menunjukan tren penurunan, yakni angka kematian harian dan angka keterisian tempat tidur (BOR) untuk unit perawatan intensif (ICU).

Sementara pada empat indikator lainnya, yakni kasus aktif, kasus positif, positivity rate, serta BOR isolasi, menunjukan terjadinya tren peningkatan. Wiku mengatakan, tren kenaikan dan penurunan pada indikator tersebut menunjukan adanya tingkat penularan dan jumlah orang positif Covid-19 yang tidak diikuti dengan kebutuhan perawatan dan peningkatan angka kematian.

Baca Juga

"Hal ini menunjukan kasus yang saat ini terjadi cenderung tidak bergejala atau bergejala ringan," jelas Wiku saat konferensi pers, Kamis (6/1/2022).

Menurut Wiku, hal ini dapat terjadi karena karakteristik varian omicron yang menginfeksi masyarakat saat ini cenderung bergejala ringan dan tanpa gejala. Di samping itu, ada kekebalan yang terbentuk di masyarakat, baik karena tertular maupun vaksinasi Covid-19.

"Namun, fenomena ini tentu perlu untuk dipelajari lebih lanjut dengan metode penelitian yang baik dan benar sebelum dapat disimpulkan sebabnya," ujar Wiku.

Wiku pun menjelaskan dua indikator yang saat ini justru menunjukan tren penurunan. Pada angka kematian harian menunjukan tren penurunan dalam 14 hari terakhir meskipun cenderung fluktuatif.

Lalu, angka keterisian tempat tidur atau BOR ICU terlihat terjadinya tren penurunan dalam 10 hari terakhir di saat BOR isolasi justru mengalami peningkatan. Dalam 10 hari lalu, keterisian BOR ICU mencapai sebesar 3,95 persen dalam satu hari. Namun, angka ini mulai mengalami penurunan dan saat ini menjadi 3,23 persen dalam sehari.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA