Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Prediksi, Peringatan dari IDI dan Alarm dari DKI Jakarta

Kamis 06 Jan 2022 17:51 WIB

Red: Andri Saubani

Juru Bicara Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Erlina Burhan. PB IDI memprediksi akan terjadi kenaikan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Erlina Burhan. PB IDI memprediksi akan terjadi kenaikan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.

Foto: Republika/Prayogi
Anies menyebut kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta mulai mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dian Fath Risalah, Dessy Suciati Saputri, Zainur Mashir Ramadhan

Kasus harian Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren kenaikan. Dikutip dari laporan Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (6/1) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 533.

Baca Juga

Jumlah tersebut telah melampaui angka penambahan pada 2 Desember 2021 sebanyak 311 kasus. Juru Bicara Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Erlina Burhan memperkirakan tren kenaikan kasus Covid-19 akan meningkat pada pertengahan Januari ini.

"Akan ada kenaikan kasus mulai pertengahan Januari," ujar Erlina kepada Republika, Kamis (6/1).

Namun, berbeda dengan kasus Covid-19 pada Juni-Juli 2021 lalu, mayoritas pasien saat ini bergejala ringan. Sehingga, pada umumnya hanya menjalani karantina atau isolasi terpusat.

"Sebagian yang dirawat di RS terutama lansia atau ada komorbid," kata Erlina

Tren kenaikan kasus Covid-19 ini, lanjut Erlina disumbang dari adanya mobilitas pascalibur Nataru, serta sudah mulai masuknya varian Omicron di Indonesia. Tercatat hingga saat ini ada kasus Omicron sebanyak 254 kasus terdiri dari 239 kasus dari pelaku perjalanan internasional (imported case) dan 15 kasus transmisi lokal.

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Prof. Zubairi Djoerban menekankan Indonesia tidak punya alasan untuk tidak waspada terhadap Omicron. "Lekas bercermin dari situasi di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Indonesia tidak punya alasan untuk tidak waspada terhadap Omicron, " tegas Zubairi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA