Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Persib Banyak Lakukan Perombakan di Masa Bursa Transfer Pemain, Ini Kata Robert

Kamis 06 Jan 2022 14:15 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Muhammad Akbar

Tangkapan layar wawancara daring dengan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, Jumat (4/9).

Tangkapan layar wawancara daring dengan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, Jumat (4/9).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Persib Bandung sendiri merekrut dua pemain asing baru

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bursa transfer pemain akan segera selesai pada 12 Januari 2022 mendatang. Berbagai tim pun memanfaatkan waktu tersebut dengan merekrut pemain anyar.

Persib Bandung sendiri merekrut dua pemain asing baru, David Da Silva dan Bruno Cantanhede. Namun banyak klub yang melakukan perombakan besar-besaran di masa bursa transfer ini.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts menganggap hal itu normal di sepak bola. Menurutnya, perpindahan pemain bahkan masih di negara yang sama adalah hal yang wajar.

"Keluar masuknya pemain di bursa transfer paruh musim itu biasa terjadi di seluruh dunia. Jadi itu tidak mengejutkan meski di Indonesia ada banyak perpindahan dari sesama peserta kompetisi," kata Robert, Kamis (6/1/2022).

Namun yang pelatih asal Belanda ini soroti adalah banyaknya pencoretan pelatih di Liga 1. Dari 18 klub yang berpartisipasi, sudah 12 pelatih yang mengalami pergantian.

"Ada 12 pelatih yang sudah diganti sebelum putaran kedua dimulai. Menurut saya, mungkin ini rekor di dunia, karena tidak ada di liga lain yang terjadi pergantian 12 pelatih dari 18 tim dan ini menjadi hal serius," kata Robert.

Mantan pelatih PSM Makassar ini menekankan bahwa proses adalah bagian penting dari sepak bola. Hal inilah yang tidak akan berjalan jika pergantian pelatih dilakukan.

"Dalam sepak bola profesional tentu butuh waktu untuk membuat tim menjadi stabil, ada jalan yang perlu dilalui, seperti membentuk filosofi, pondasi, dan hanya beberapa tim saja yang tidak mengganti pelatih," kata Robert.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA