Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Australia-Jepang Perkuat Hubungan Pertahanan untuk Hadapi China

Kamis 06 Jan 2022 11:22 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

 Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Australia-Jepang kerja sama lawan pengaruh militer dan ekonomi China di Indo-Pasifik. Ilustrasi.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Australia-Jepang kerja sama lawan pengaruh militer dan ekonomi China di Indo-Pasifik. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/LUKAS COCH
Australia-Jepang kerja sama lawan pengaruh militer dan ekonomi China di Indo-Pasifik

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Australia dan Jepang menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama keamanan dan pertahanan dalam pertemuan virtual, Kamis (6/1/2022). Kesepakatan ini dinilai menjadi langkah terbaru untuk memperkuat hubungan untuk menghadapi menguatnya pengaruh militer dan ekonomi China di kawasan Indo-Pasifik.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pemimpin kedua negara menandatangani Kesepakatan Akses Resiprokal. Kesepakatan ini menetapkan kerangka kerja kerja sama pertama hubungan pertahanan antara Australia dan Jepang.

Baca Juga

"Perjanjian ini akan menjadi pernyataan komitmen kedua negara untuk bekerja sama dalam memenuhi tantangan keamanan strategis yang kami hadapi bersama dan berkontribusi pada stabilitas dan keamanan Indo-Pasifik," kata Morrison dalam pernyataannya, Rabu (5/1/2022) kemarin.

Penguatan hubungan ini memperluas upaya empat negara yakni Amerika Serikat (AS), Jepang, India, dan Australia yang dikenal sebagai Quad dalam menghadapi China. Termasuk tekanan Beijing pada Taiwan, perselisihan dalam perdagangan, dan kebebasan navigasi di kawasan.

China merespons penguatan hubungan ini dengan mengatakan perjanjian bilateral harusnya mempromosikan kepercayaan pada stabilitas, perdamaian, dan kepercayaan kawasan. "Harusnya tidak mengincar atau merugikan kepentingan pihak ketiga," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konferensi pers.

Australia dan Jepang juga berencana membahas peluang dalam memperkuat kemitraan pemerintah dan bisnis dalam sektor energi bersih, teknologi penting, dan bahan-bahannya. "Kerja sama kami juga memasukan memperluas agenda Quad dengan India dan Amerika Serikat dan pengurangan emisi karbon melalui pendekatan berbasis teknologi," terang Morrison.

Juru bicara pemerintah Jepang mengatakan dalam pertemuan tersebut kedua negara membahas tantangan-tantangan yang penting bagi mereka. "Hubungan Jepang-Australia akan terus diperkuat dan menuju realisasi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Kami menegaskan kembali kerja sama kami," kata Kepala Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA