Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Duh, Saham Perbankan Rontok, IHSG Gagal Bertahan di Zona Hijau

Kamis 06 Jan 2022 10:14 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Rabu (6/1/2022)  terpantau lengser ke zona merah setelah dibuka menguat di posisi 6.674,85.

Ilustrasi saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Rabu (6/1/2022) terpantau lengser ke zona merah setelah dibuka menguat di posisi 6.674,85.

Foto: Republika/Prayogi
IHSG terpantau lengser ke zona merah dan turun ke posisi 6.637,83.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (6/1). IHSG naik ke posisi 6.674,85 setelah ditutup koreksi 0,49 persen pada perdagangan hari kemarin, Rabu (5/1). 

Meski sempat dibuka menguat, aksi beli investor asing pagi ini tidak mampu membuat IHSG bertahan di zona hijau. IHSG terpantau lengser ke zona merah dan turun ke posisi 6.637,83. 

Baca Juga

Penurunan saham perbankan  pagi ini turut menekan laju kenaikan IHSG. Beberapa saham bank yang mengalami pelemaham pagi ini antara lain BBNI, BBRI, ARTO, AGRO dan BBYB. 

Valbury Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak campuran pada hari ini dengan kecenderungan melemah. Proyeksi IHSG ini sejalan dengan pergerakan mayoritas indeks saham global. 

Di Asia, Nikkei 225 terpangkas hingga di atas 2 persen diikuti Shanghai Composite yang melemah sebesar 0,70 persen dan Hang Seng turun 0,61 persen. Sementara di AS, Nasdaq jatuh hingga 3,34 persen, DJI dan S&P 500 masing-masing terkoreksi di atas 1 persen. 

Menurut Valbury Sekuritas, penyebaran varian Omicorn di AS menjadi sentimen negatif bagi pasar. Kasus Omicron di AS terus meningkat setiap harinya. Adanya varian tersebut menjadi salah satu pemicu ledakan kasus Covid-19 di AS yang menembus satu juta kasus perhari.

Pusat Pengendalian Penyakit Menular AS atau CDC mengatakan dari jumlah kasus tersebut, varian Omicron berkontribusi sebanyak 95 persen. Beberapa studi menyebut virus ini dapat menginfeksi warga yang belum mendapatkan dosis vaksin booster.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA