Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Tersangka Utama Pembunuhan Mantan Presiden Haiti Dijerat Dakwaan di AS

Kamis 06 Jan 2022 00:23 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

 Seorang agen FBI yang membantu penyelidikan pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise meninggalkan kediaman Moise di Port-au-Prince, Haiti, Kamis, 15 Juli 2021. Moise dibunuh di rumahnya pada 7 Juli.

Seorang agen FBI yang membantu penyelidikan pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise meninggalkan kediaman Moise di Port-au-Prince, Haiti, Kamis, 15 Juli 2021. Moise dibunuh di rumahnya pada 7 Juli.

Foto: AP/Matias Delacroix
Tersangka didakwa dengan konspirasi untuk pembunuhan atau penculikan di luar AS

REPUBLIKA.CO.ID, MIAMI — Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah mendakwa salah satu tersangka utama dalam pembunuhan mantan presiden Haiti, Jovenel Moïse, yaitu Mario Antonio Palacios Palacios. Hal itu dilakukan pascaadanya laporan bahwa otoritas federal mewawancarainya beberapa bulan lalu saat tersangka bersembunyi di Jamaika. 

 

Baca Juga

Palacios adalah seorang mantan tentara Kolombia berusia 43 tahun. Ia didakwa dengan konspirasi untuk melakukan pembunuhan atau penculikan di luar Amerika Serikat dan dengan memberikan dukungan materi yang mengakibatkan kematian, mengetahui atau bermaksud bahwa dukungan materi tersebut akan digunakan untuk mempersiapkan atau melakukan persekongkolan untuk membunuh atau menculik.

Baca: Akhir dari 141 Hari Mogok Makan Tahanan Palestina di Israel

 

Palacios menghadiri persidangan di Pengadilan Miami, AS pada Selasa (4/1/2022) sore. Namun, sepanjang persidangan, dirinya tidak mengajukan pembelaan apapun dan mengatakan kepada hakim ingin meminta penunjukan pengacara.

Pengacara yang ditunjuk pengadilan Alfredo Izaguirre mengatakan kepada Hakim AS Alicia Otazo-Reyes bahwa ia merekomendasikan Palacios tetap dalam tahanan. Alasannya adalah karena ia tidak memiliki status imigrasi, kerabat, atau hubungan di Amerika. Hakim memerintahkan penahanan, mengatakan tersangka tetap akan berisiko melarikan diri.

Baca: WHO: Omicron Berpotensi Munculkan Varian Baru Covid-19

 

Persidangan lebih lanjut terhadap Palacios dijadwalkan digelar pada 31 Januari mendatang. Izaguirre mengatakan kliennya mungkin akan mengaku tidak bersalah pada sidang pendahuluan.

Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa Palacios setuju untuk melakukan perjalanan ke Amerika selama singgah di Panama. Interpol telah mengeluarkan peringatan merah untuk Palacios atas tuduhan termasuk percobaan pembunuhan, perampokan bersenjata, dan konspirasi berdasarkan permintaan dari Pemerintah Haiti.

Kantor perdana menteri Haiti mengeluarkan pernyataan singkat, mengatakan bahwa ingin keadilan ditegakkan dalam pembunuhan atas Moïse di kediaman pribadinya pada 7 Juli 2021. Kantor tersebut tidak menjawab pertanyaan tambahan termasuk apakah pemerintah masih berusaha untuk menuntut Palacios atau mengekstradisi dia ke Haiti.

Baca: Prancis Selidiki Dugaan Terorisme dalam Ledakan Reli Dakar di Arab Saudi

Mantan Perdana Menteri Haiti, Claude Joseph mengatakan AS mengambil hak atas Palacios adalah langkah yang tepat. Namun, ia mendesak pihak berwenang setempat untuk bekerja dengan Amerika untuk melakukan ekstradisi sehingga dapat menghadapi hukuman di Haiti.

 

Palacios adalah salah satu dari lebih dari puluhan mantan tentara Kolombia yang dituduh membunuh Moïse. Pemerintah Kolombia mengatakan bahwa mayoritas mantan tentara ditipu dan mengira mereka menjalankan misi yang sah untuk memberikan perlindungan dan hanya sedikit yang mengetahui bahwa itu adalah misi kriminal.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA