Rabu 05 Jan 2022 15:01 WIB

Genset di Kota Kasablanka Picu Polusi di Kelurahan Menteng Atas

Warga Menteng Atas melapor soal polusi asap dari mal Kota Kasablanka.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Pusat perbelanjaan Kota Kasablanka di Jakarta Selatan.
Foto: Dok Kokas
Pusat perbelanjaan Kota Kasablanka di Jakarta Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah polusi asap di Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yang diduga berasal dari Kota Kasablanka muncul saat genset di pusat perbelanjaan tersebut dipanaskan secara berkala. "Informasinya, genset dipanaskan dua kali dalam seminggu. Ketika memanaskan genset itu muncul asap," kata Camat Tebet Dyan Airlangga saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (5/1).

Dyah mengatakan, laporan pengaduan soal polusi asap itu disampaikan oleh warga Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi. Namun, lokasi gensetnya berada di Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet.

Baca Juga

"Kami sedang mengumpulkan data laporan warga, laporannya seperti apa. Nanti baru kita cek ke lapangan. Setelah pengecekan lapangan, berikutnya kita memanggil pengelola mal. Kemudian, nantinya ada arahan dari dinas terkait," ujar Dyan.

Pelaksana tugas (Plt) Camat Setiabudi, Tomy Fudihartono, mengaku, telah memanggil pengelola mal pada awal Desember 2021, guna membahas laporan warga tersebut. Dalam pertemuan itu, menurut Tomy, pengelola Kota Kasablanka diharapkan dapat memperbaiki pembuangan limbah asap yang menganggu masyarakat Menteng Atas.

"Kita undang, lokasinya di kantor kelurahan Menteng Atas. Mudah-mudan dari pengelola ada perubahan," kata Tomy. Dia menjelaskan, sampai saat ini warga yang melaporkan adanya polusi asap, belum mengeluhkan ada warga yang terinfeksi penyakit saluran pernapasan karena polusi asap tersebut.

Meski begitu, pihaknya siap berkoordinasi dengan petugas kelurahan guna memastikan dampak yang ditimbulkan polusi asap genset tersebut. "Kalau berkaitan dengan sesak napas harus diuji juga secara kesehatan," ujar Tomy/

Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabag PLH) Pemkot Jaksel, Imam Bahri, menyampaikan, pihaknya sedang menginventarisasi aduan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan tersebut. "Pada prinsipnya kita sih menghimpun aduan masyarakat terkait pencemaran. Dari kelurahan dan kecamatan dalam rapat (pencemaran) ada asap yang kemungkinan itu dari genset," ujar Imam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement