Rabu 05 Jan 2022 06:14 WIB

Pasien Kasus Omicron di DKI Bertambah Jadi 252 Orang

Meski gejala tidak seberat varian Delta, Omicron harus tetap diwaspadai.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bilal Ramadhan
Pekerja melintasi jalur pedestrian kawasan Dukuh Atas saat jam pulang kerja di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Pemerintah kembali menetapkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua di Jakarta dari tanggal 4 Januari-17 Januari 2022, menyusul terdeteksinya 162 kasus COVID-19 varian Omicron.
Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja melintasi jalur pedestrian kawasan Dukuh Atas saat jam pulang kerja di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Pemerintah kembali menetapkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua di Jakarta dari tanggal 4 Januari-17 Januari 2022, menyusul terdeteksinya 162 kasus COVID-19 varian Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, kasus Covid-19 varian Omicron di DKI kini menjadi 252 orang. Jumlah itu, kata dia, setelah adanya penambahan 90 kasus dalam 24 jam terakhir.

“Dari kasus impor ada 239 kasus, transmisi lokal 13 kasus. Seluruhnya berada di Wisma Atlet, dan RSPI Soeroso,” kata Riza saat ditemui di Balai Kota, kemarin malam.

Baca Juga

Ditanya apakah mayoritas kasus itu warga Jakarta, Riza menampiknya. Menurut dia, banyak juga kasus Omicron tersebut didapat dari warga negara asing (WNA). “Banyak juga dari warga luar negeri,” ucapnya.

Riza juga menampik jika pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi penyebab bertambahnya Omicron. Dia mengatakan, hingga kini tidak ada penambahan kasus Omicron berasal dari klaster sekolah.

“Sampai hari ini tidak ada dari PTM, mudah-mudahan tidak akan ada,” jelas dia.

Oleh sebab itu, pihak dia mengingatkan agar semua warga bisa tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurut dia, hal itu menjadi modal utama untuk mengekang penyebaran Covid-19, termasuk varian Omicron.

Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak, mengingatkan adanya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. Menurut dia, hal itu berkaca pada kasus-kasus sebelumnya dan peningkatan kasus Omicron yang mencapai ratusan di DKI.

“Masyarakat juga harus diingatkan kemungkinan kasus infeksi Omicron naik lagi dan menimbulkan gelombang ketiga. Kuncinya adalah 3M,” kata Gilbert.

Dia menambahkan, meski gejala tidak seberat varian Delta, Omicron harus tetap diwaspadai mengingat kasus tambahan yang terus meningkat. Menurut dia, kasus Omicron dikhawatirkan bisa membuat RS jadi penuh layaknya saat varian Delta menjadi mayoritas.

“Terbukti hanya dengan satu petugas terinfeksi di Wisma Atlet, lalu seluruh gedung ditutup,” ucap dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement