Selasa 04 Jan 2022 00:15 WIB

Waduh...Pemilik Warung Bakso Ini Akui Gunakan Kandungan Babi

Ketika disajikan, bakso tersebut memakai toping yang mengandung babi.

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto
Bakso babi kuah (ilustrasi)
Foto: MELTING WORK
Bakso babi kuah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Usaha warung bakso di Jl Veteran, Cilembang, Kota Tasikmalaya, diduga mengandung unsur babi. Upaya klarifikasi kepada pemiiknya, telah dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya. Hasilnya, pemilik warung bakso mengakui penggunaan unsur babi.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan, Satpol PP Kota Tasikmalaya, Dedi Tarhedi, mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung terkait dugaan penggunaan unsur babi dalam sajian bakso tersebut. Menurut dia, pemilik mengakui terdapat kandungan babi dalam beberapa bahan bakso. 

"Kalau baksonya, murni bakso sapi tidak ada unsur babinya. Namun ketika disajikan, bakso tersebut memakai toping yang mengandung babi. Minyaknya juga ada unsur babi. Pemiliknya mengaku sendiri," kata dia, saat dikonfirmasi Republika, Senin (3/1).

Satpol PP kemudian meminta pemilik warung bakso itu untuk memasang pengumuman terkait adanya unsur babi dalam beberapa bahan bakso tersebut. Sebab, di tempat itu sama sekali tak ada pengumuman terkait hal itu.

Baca juga : Kemenkeu Pastikan Pertalite akan Dapat Subsidi

"Agar warga tidak merasa tertipu, kami menyarankan pemilik memasang peringatan kalau bahan toping bakso itu mengandung babi. Kami minta pengumuman itu ditempel di dalam tempat makannya, bahkan di luar sebelum masuk," kata dia.

Menurut Dedi, pemilik warung bakso menyetujui untuk memasang papan pengumuman terkait penggunaan babi dalam kandungan beberapa bahannya. Pemilik juga meminta maaf karena selama ini tak memasang pengumuman itu.

Satpol PP Kota Tasikmalaya tidak melakukan penutupan terhadap warung itu. Namun, ke depan pihaknya akan melakukan pengawasan agar pemilik benar-benar memasang papan pengumuman.

Dedi menjelaskan, warung bakso itu sudah beroperasi selama puluhan tahun. Tempat itu juga merupakan salah satu warung bakso tertua di Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Inmendagri Terbaru, Status PPKM di Jakarta Naik Jadi Level 2

Berdasarkan pantauan Republika saat mendatangi lokasi pada Senin sore, warung tersebut sudah tutup. Di jadwal yang tertera di mesin mencarian Google, warung bakso itu memang hanya beroperasi hingga pukul 14.00 WIB setiap harinya.

Dedi mengimbau, para penjual bakso di Kota Tasikmalaya lebih terbuka dalam terkait informasi mengenai bahan-bahan yang digunakan. Apabila mengandung unsur yang notabene haram bagi sebagian masyarakat, pemilik harus memberitahukannya. 

"Kalau ada seorang muslim yang jajan di sana tidak tahu kan, kasihan. Meski daging bakso tidak mengandung babi kan itu kemungkinan tercampur ke unsur lainnya," ujarnya. 

"Apalagi, orang Tasik itu kan sama bakso sangat familiar. Kalau tidak begitu (terbuka), kasihan masyarakat. Warung bakso lain juga bisa terkena dampaknya," tandasnya.

Baca juga : 29 Tahun Republika, Jokowi: Jadi Bagian Penting Perjalanan Pers Tanah Air

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement