Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Omicron Merajalela, Israel Siapkan Dosis Keempat Vaksin Covid-19

Senin 03 Jan 2022 16:02 WIB

Rep: Lintar Satria/Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

Foto: Wikimedia
Dosis keempat vaksin Covid-19 akan ditawarkan kepada lansia dan petugas medis Israel

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Virus Covid-19 varian omicron membuat lonjakan kasus infeksi di Israel. Kondisi itu membuat  Israel menawarkan dosis vaksin Covid-19 keempat bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun dan petugas medis. 

Pekan lalu, Israel menyetujui penggunaan dosis keempat vaksin yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech. Vaksin booster kedua ini untuk masyarakat yang memiliki imun lemah dan orang lanjut usia yang tinggal di panti wreda.

Baca Juga

"Sekarang, kami memiliki lapisan pertahanan baru," kata Bennett dalam konferensi pers, Senin (3/1).

Ia menambahkan, pejabat kesehatan pemerintah Israel yang menyetujui penambahan vaksin booster sudah menandatangani langkah terbaru. "Israel sekali lagi menjadi garda depan upaya vaksinasi di seluruh dunia," katanya.

Baca: Inggris akan Terapkan Wajib Bermasker di Ruang Kelas

Bennett juga menggambarkan booster kedua sebagian besar sebagai upaya untuk mencegah penyakit serius di kalangan orang tua. Kasus harian di Israel diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi dalam tiga pekan mendatang. Bennett mengatakan bahwa hingga 50 ribu orang mungkin segera terinfeksi setiap hari, sementara kelayakan untuk pengujian dapat diperketat untuk membantu meringankan antrean panjang di pusat pengujian.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Nachman Ash mengatakan, lonjakan kasus infeksi Covid-19 dapat mendorong Israel mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Angka kasus positif harian Covid-19 di negara itu terus merangkak naik.

Varian omicron mendorong lonjakan kasus infeksi di seluruh dunia. Angka kasus positif dunia mencapai rekornya, dari 24 hingga 30 Desember rata-rata terdeteksi satu juta kasus infeksi setiap harinya di seluruh dunia. Tapi angka kasus kematian tidak meningkat hal ini membawa harapan varian baru tidak terlalu mematikan.

Baca: Ahli: Masker Kain Satu Lapis tak Melindungi dari Paparan Omicron

Sampai akhir Desember, Israel menahan varian omicron sampai tingkat tertentu. Namun dengan kecepatan penyebaran yang sekarang, kasus harian diperkirakan akan mencapai rekor tertingginya dalam tiga pekan kedepan. Ash yakin hal itu akan mendorong Israel pada kekebalan kelompok.

"Angka (infeksi) harus sangat tinggi untuk mencapai kekebalan kelompok," kata Ash kepada Radio 103 FM sebelumnya. "Ini mungkin, tetapi kami tidak ingin mencapainya melalui infeksi, kami ingin itu terjadi karena banyak orang yang divaksinasi," ujarnya menambahkan.

Kekebalan kelompok merupakan titik di mana populasi terlindungi dari virus baik melalui vaksinasi atau masyarakat membangun antibodi pada penyakit yang ditimbulkan virus. Sekitar 60 persen populasi dari 9,4 juta populasi Israel sudah divaksin lengkap.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Israel hampir semuanya divaksin dengan vaksin dari Pfizer-BioNTech, yang berarti mereka menerima dosis ketiga atau dosis kedua. Tapi ratusan ribu orang yang memiliki syarat vaksin ketiga belum menerimanya. 

Baca:Warga Hong Kong Bergegas Dapatkan Vaksinasi Covid-19 di Tengah Lonjakan Kasus

Kekebalan kelompok masih jauh

Kepala Gugus Tugas Virus Corona Kementerian Kesehatan Israel, Salman Zarka mengatakan, herd immunity masih jauh dari terjamin. Sebab, pengalaman selama dua tahun terakhir menunjukkan, beberapa pasien Covid-19 yang sembuh kemudian terinfeksi kembali.

Selama 10 hari terakhir, infeksi harian meningkat lebih dari empat kali lipat. Kasus yang parah juga meningkat, tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah, meningkat dari sekitar 80 menjadi sekitar 100. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA