Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Ketua MCCC: Covid-19 Mengajarkan Kita Menghadapi Perubahan Mendadak dan tidak Pasti

Ahad 02 Jan 2022 17:22 WIB

Rep: ali yusuf/ Red: Hiru Muhammad

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin banyak ilmu dan pengalaman dalam menangani Covid-19 ini di antaranya adalah bagaimana kita semua menghadapi perubahan.

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin banyak ilmu dan pengalaman dalam menangani Covid-19 ini di antaranya adalah bagaimana kita semua menghadapi perubahan.

Foto: Dokumen.
Penanganan Covid-19 berbeda dengan manajemen bencana pada umumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Organisasi Islam Muhammadiyah memiliki tim khusus dalam penanganan Covid-19, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) namanya. Tim khusus ini diketuai  Agus Samsudin. 

Agus mengatakan, banyak ilmu dan pengalaman dalam menangani Covid-19 ini di antaranya adalah bagaimana kita semua menghadapi perubahan. Hal itu disampaikan Agus melalui catatannya menceritakan bagaimana pengalamannya yang hampir dua tahun tepatnya 20 bulan mengelola MCCC. Menjadi Ketua MCCC sungguh pengalaman yang membanggakan sekaligus keprihatinan."Tetapi juga semakin memahami nilai-nilai yang dianut persyarikatan dalam tataran praktek," kata Agus melalui keterangan tertulisnya Ahad (2/1).

Baca Juga

Agus mengatakan, beruntung sekali, Muhammadiyah menjadi organisasi mapan. Di tingkat pusat banyak orang yang mumpuni dan penuh dedikasi, demikian juga untuk wilayah-daerah-cabang-ranting. Secara khusus apresiasi kepada seluruh RSMA (rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah) atas seluruh upaya dan dedikasi ketika menghadapi outbreak di bulan Juni-Juli lalu. "Demikian juga kepada para relawan yang bekerja siang malam dalam pemulasaraan jenazah," katanya.

Agus berpendapat, penanganan Covid-19 berbeda dengan manajemen bencana pada umumnya. Bencana Covid-19 tidak mengenal manajemen pra bencana yang mengukur kemungkinan kejadian dan resiko serta mitigasi sehingga ada persiapan ketika bencana. 

Dalan konteks Covid-19 tidak ada persiapan karena belum terjadi sebelumnya maka yang terjadi adalah masa kegawatdaruratan yang sangat panjang yaitu dari February 2020 sampai Desember 2021. "Layaknya gawat darurat bencana, semua tidak tahu, jadi semua bersifat emerjensi, serba darurat, berubah dan penuh dengan diskusi dan pasti trial dan error," katanya.

Menurutnya, Covid mengajarkan kita untuk siap menghadapi perubahan mendadak dan tidak pasti. Hidup itu penuh perubahan, apa yang terjadi hari ini bisa besok hilang, jungkir balik.  "Kita semuanya menamakan perubahan itu sebagai sebuah disrupsi, gangguan yang merubah semuanya (game changer). Atas dasar ini pula, ada kurve belajar baik pemerintah, rumah sakit dan masyarakat," katanya.  

 

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA