Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Bun, Perhatikan Isi Piring Buah Hati dengan Tepat

Kamis 30 Dec 2021 09:15 WIB

Red: Natalia Endah Hapsari

Makanan anak (ilustrasi)

Makanan anak (ilustrasi)

Foto: Pixabay
Inilah upaya untuk menjadikan anak Indonesia menuju generasi emas pada 2045.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi emas pada tahun 2045, dibutuhkan perhatian bersama bagi mereka agar bisa mendapatkan tumbuh kembang yang maksimal melalui perhatian pada fondasi penting bagi kesehatan anak yaitu pemenuhan gizi yang baik sejak dini.

Asupan makanan yang tidak sesuai kandungan gizi dapat menyebabkan pertumbuhan kognitif dan fisik anak terganggu. Salah satu masalah kesehatan yang masih dihadapi oleh anak-anak Indonesia adalah stunting yang merupakan masalah gizi kronis yang terjadi karena kurangnya asupan gizi. 

Walaupun hasil studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan angka stunting turun 3,3 persen menjadi 24,4 persen dibandingkan dari data 2019 mencapai 27,7 persen. Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan angka yang dianjurkan WHO yaitu di bawah 20 persen. Ini harus menjadi perhatian kita semua karena stunting akan menentukan masa depan dan masa yang akan datang.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani bersama, maka juga akan dapat berdampak buruk bagi negara, hingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun , atau sekitar Rp 400 triliun per tahun, dengan asumsi PDB Indonesia tahun 2020 sebesar Rp 15.434 triliun. 

Upaya edukasi gizi seimbang harus terus ditingkatkan baik di lingkungan sekolah melalui para guru maupun di rumah melalui peran orang tua, khususnya ibu.

Menurut Ir Djajeng Baskoro, M.Pd., Widya Prada Ahli Utama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdas dan Dikmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Republik Indonesia, Pedoman Gizi Isi Piringku dapat menjadi salah satu solusi untuk mengedukasi masyarakat terkait aturan porsi dan jenis makanan apa saja yang dibutuhkan si kecil.

“Guru di sekolah sangat berperan untuk mengedukasi tentang gizi seimbang kepada anak-anak peserta didik. Selain itu, pihak swasta juga dapat berperan penting dalam ikut mengedukasi tentang gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting di Indonesia,'' ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Republika, Kamis (30/12). 

Prof Dr Ir Sri Anna Marliyati, MSi., Ketua tim penyusun modul Isi Piringku 4-6 tahun dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menegaskan pentingnya pengenalan anak pada makanan sehat pada usia dini.

''Kami melihat upaya yang dilakukan Danone Indonesia selama ini senantiasa dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pemerintah, terutama dalam hal kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, salah satunya adalah melalui Gebyar Isi Piringku PAUD ini maupun program ‘Isi Piringku’. Buku yang telah dikembangkan bersama oleh IPB dan Danone Indonesia diharapkan dapat menjadi panduan orang tua dan guru PAUD untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak di rumah yang tidak membutuhkan biaya mahal,” kata dia.

Danone Indonesia dan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB telah menyusun buku edukasi “Isi Piringku” yang merupakan pedoman edukasi yang dapat digunakan oleh guru-guru PAUD untuk edukasi makan dan minum sekali saji untuk anak usia 4-6 tahun pada tahun 2017. 

Adapun porsi Isi Piringku terdiri dari kombinasi 50 persen buah dan sayur berupa 1/3 buah dan 2/3 sayur, serta 50 persen karbohidrat dan protein dengan pembagian 1/3 lauk dan 2/3 karbohidrat. Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi.

Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia mengungkapkan pihaknya  berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting di Indonesia. ''Selain menyediakan portofolio berbagai produk bergizi yang dibuat khusus untuk membantu menjawab tantangan kebutuhan gizi pada anak, kami juga membangun pengetahuan mendalam tentang budaya makanan lokal, kebiasaan makanan dan tantangan kesehatan masyarakat agar bisa berinovasi dan secara aktif mempromosikan alternatif yang lebih sehat untuk pilihan yang lebih baik,'' ujarnya.

Danone Indonesia pun menyelenggarakan Gebyar Isi Piringku PAUD 2021 yang bertajuk “Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi Seimbang Sejak Dini”. Dalam rangka memperingati momen Hari Ibu, kegiatan tersebut berlangsung serentak secara luring dan daring di tujuh provinsi, yaitu Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Ajang ini bertujuan untuk mengajak ribuan orang tua, khususnya ibu, dan para guru agar terus meningkatkan peran aktif merekadalam pemenuhan gizi seimbang sejak dini, sebagai salah satu langkah penting pencegahan stunting.

Gebyar Isi Piringku PAUD yang merupakan bagian program Isi Piringku adalah salah satu kontribusi nyata dari Danone Indonesia dalam membantu pemerintah mensosialisasikan panduan ‘Isi Piringku’.

Ini sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi ibu dalam membiasakan konsumsi pangan sesuai gizi seimbang pada anak di rumah, serta mendukung para guru PAUD/TK untuk dapat menjadi penggerak dari kegiatan edukasi gizi di lingkungan sekolah dan juga tempat tinggal mereka.“Diharapkan melalui kegiatan ini, para Ibu di rumah tetap bisa memberikan pemenuhan gizi seimbang kepada anak agar tumbuh kembang optimal, terutama di tengah masa pandemi ini,” jelas Karyanto Wibowo.

 

 

sumber : siaran pers
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA