Rabu 29 Dec 2021 15:18 WIB

Produk Fashion Jadi yang Terbanyak Dibeli Selama Harbolnas 2021

Penjualan fashion dan pakaian olahraga berkontribusi sebesar 67 persen.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Petugas JD.ID mendata produk pesanan konsumen di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/12). Survei dampak Harbolnas 12.12 oleh Lembaga Riset NielsenIQ mencatat, produk fashion dan pakaian olah raga menjadi produk lokal yang paling banyak dibeli konsumen saat perayaan Hari Belanja Online Nasional.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas JD.ID mendata produk pesanan konsumen di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/12). Survei dampak Harbolnas 12.12 oleh Lembaga Riset NielsenIQ mencatat, produk fashion dan pakaian olah raga menjadi produk lokal yang paling banyak dibeli konsumen saat perayaan Hari Belanja Online Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei dampak Harbolnas 12.12 oleh Lembaga Riset NielsenIQ mencatat, produk fashion dan pakaian olah raga menjadi produk lokal yang paling banyak dibeli konsumen saat perayaan Hari Belanja Online Nasional. Direktur NielsenIQ, Rusdy Sumantri, menjelaskan, total nilai transaksi selama perayaan Harbolnas yang jatuh pada 11-12 Desember 2021 mencapai Rp 18,1 triliun. Dari total nilai itu, penjualan produk lokal berkontribusi sebesar Rp 8,5 triliun.

Rusdy melanjutkan, dari nilai transaksi pada produk lokal itu, penjualan fashion dan pakaian olah raga berkontribusi sebesar 67 persen. Meski mendominasi penjualan produk lokal, kontribusi tersebut turun 6 persen dari tahun 2020 lalu.

Baca Juga

"Fashion masih menjadi kategori nomor satu, diikuti kosmetik dan perawatan pribadi. Fashion memang turun, tapi kosmetik dan perawatan pribadi naik," kata Rusdy dalam konferensi pers virtual, Rabu (29/12).

NielsenIQ mencatat, penjualan produk kosmetik berkontribusi sebesar 42 persen atau naik 4 persen dari tahun lalu. Adapun kontribusi penjualan produk perawatan pribadi mencapai 33 persen, naik 5 persen dari 2020. Selain itu, penjualan makanan dan minuman juga cukup tinggi yakni 33 persen, meningkat 4 persen dibanding tahun lalu.

Lebih lanjut, Rusdy mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang mampu membawa minat masyarakat menjadi tinggi untuk berbelanja saat harbolnas. Pemicu paling utama yakni fasilitas gratis ongkos kirim (ongkir) yang diberikan kepada konsumen. Gratis ongkir berkontribusi hingga 80 persen.

"Ini menjadi driver utama yang membuat adanya kenaikan transaksi," kata dia. Selain gratis ongkir, diskon harga berperan 73 persen, dilanjutkan cashback 33 persen serta voucher belanja 28 persen.

Direktur Eksekutif Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Arshi Adini, mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, momen Harbolnas memang sangat dinantikan pelaku industri. Sebab, hanya dalam waktu dua hari mampu omzet yang dicatat mampu melampaui capaian beberapa bulan sebelumnya.

Pada Harbolnas tahun ini, Idea memberikan ruang lebih untuk mendukung digitalisasi UMKM di Indonesia. Baik dalam proses promosi dan penjualan namun juga agar masuk ke dalam sistem pembayara digital.

Arshi mengatakan, para pelaku e-commerce saat ini juga sangat antusias karena Harbolnas mampu mengangkat potensi produk lokal dari UMKM di Indonesia. Alhasil, konsumsi masyarakat terhadap produk lokal pun akan meningkat.

"Jadi, produk lokal sudah menjadi tren dan kita berharap ini tidak berhenti di Harbolnas tapi akan menjadi satu gaya hidup masyarakat," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement