Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Hobi Makan Gorengan? Waspadai Penyakit Ini

Rabu 29 Dec 2021 09:09 WIB

Red: Natalia Endah Hapsari

Aneka gorengan/ilustrasi

Aneka gorengan/ilustrasi

Foto: Rahayu Marini Hakim/ Republika
Konsumsi makanan dengan jumlah lemak trans tinggi memicu gangguan otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Anda hobi makan gorengan? Berhati-hatilah. Ternyata konsumsi berlebihan makanan dengan jumlah kandungan lemak trans tinggi, antara lain gorengan dan makanan olahan bisa menempatkan Anda pada risiko terkena penyakit alzheimer.

Para peneliti, seperti dilansir Medical Daily, menemukan konsumsi makanan dengan jumlah lemak trans yang tinggi berkontribusi memicu gangguan otak. Sebuah studi baru dalam jurnal Neurology, menunjukkan, kadar lemak trans yang lebih tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko alzheimer sebesar 50-75 persen.

Temuan ini peneliti dapatkan setelah mengikuti lebih dari 1.600 orang di Jepang selama 10 tahun untuk melihat dampak diet terhadap kesehatan mereka. Semua peserta memulai penelitian tanpa tanda-tanda demensia. Para peneliti juga mengambil sampel darah sebelum penelitian untuk memeriksa kadar lemak trans dalam tubuh partisipan.

"Penelitian ini menggunakan kadar lemak trans dalam darah, sehingga meningkatkan validitas ilmiah dari hasilnya," kata Richard Isaacson, direktur Klinik Pencegahan Alzheimer di Weill Cornell Medicine, New York, AS.

Para peneliti menemukan, orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak kue manis memiliki kadar lemak trans tertinggi dalam darah mereka. Tetapi margarin, permen, karamel, croissant, krim non-susu, es krim dan kerupuk nasi juga punya andil memicu penyakit.

Isaacson menambahkan, temuan terbaru ini mendukung bukti asupan lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit alzheimer. Lemak trans hadir dalam kadar rendah dalam makanan daging dan susu. Namun, makanan olahan mengandung kadar lemak trans lebih tinggi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA