Selasa 28 Dec 2021 04:28 WIB

Rusia akan Respons Ancaman Krisis Rudal dengan Serius

Terjadi kebuntuan antara Rusia dan negara Barat terkait Ukraina.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Tentara Ukraina berjalan di garis pemisah dari pemberontak pro-Rusia di dekat Katerinivka, wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa, 7 Desember 2021.
Foto: AP/Andriy Dubchak
Tentara Ukraina berjalan di garis pemisah dari pemberontak pro-Rusia di dekat Katerinivka, wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa, 7 Desember 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kantor berita Rusia, RIA melaporkan bahwa Rusia akan menanggapi ancaman krisis rudal dengan serius. Sementara itu, Senin (27/12) Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan terjadi kebuntuan antara Rusia dan negara-negara Barat mengenai Ukraina.

Sepanjang krisis, Rusia melontarkan retorika-retorika keras tapi juga menyerukan dialog dan ancaman. Ryabkov berulang kali membandingkan krisis di perbatasan Ukraina dengan krisis rudal Kuba tahun 1962 ketika dunia di ambang Perang Dingin.

Baca Juga

Kantor berita Rusia, TASS mengutip Kementerian Luar Negeri Rusia yang mengatakan Rusia sudah menerima proposal NATO untuk memulai perundingan jaminan keamanan pada 12 Januari mendatang.

Amerika Serikat (AS) dan NATO khawatir dengan penumpukan pasukan yang dilakukan Rusia di perbatasan Rusia. Pekan lalu Moskow mengirimkan proposal jaminan keamanan untuk dinegosiasikan. Dalam proposal tersebut Rusia berharap NATO menghentikan semua aktivitas militernya di Eropa Timur dan Ukraina.

"Kami sudah menerima penawaran (NATO), dan kami mempertimbangkannya," kata kementerian luar negeri Rusia seperti dikutip TASS.

AS dan Ukraina menuduh Rusia berencana  menggelar serangan militer skala besar ke timur Ukraina. Moskow membantah tuduhan tersebut mengatakan menguatnya hubungan Ukraina dengan NATO telah mendorong ketegangan di kawasan.

Rusia membandingkan situasinya dengan krisis rudal Kuba tahun 1962, di ambang Perang Dingin. Pada Kamis (23/12) lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia ingin menghindari konflik tapi membutuhkan 'respons' cepat dari AS dan sekutu-sekutunya mengenai jaminan keamanan yang Rusia ajukan.

Moskow berharap dapat menggelar perundingan dengan pemerintah AS mengenai masalah itu pada bulan Januari di Jenewa. Pemerintah AS Joe Biden mengatakan proposal keamanan Rusia tidak bisa diterima tapi Washington akan meresponnya dengan gagasan yang lebih konkrit dalam format perundingan apa pun. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement