Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Bencana Marak, Bupati Sukabumi Minta Pejabat Aktifkan Ponsel 24 Jam

Senin 27 Dec 2021 18:15 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Bilal Ramadhan

Petugas gabungan evakuasi warga yang luka akibat longsor di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/12)

Petugas gabungan evakuasi warga yang luka akibat longsor di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/12)

Foto: istimewa
Longsor dan banjir terjang sejumlah kecamatan di Sukabumi seperti Desa Pamuruyan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Maraknya bencana alam akhir-akhir ini disikapi serius Bupati Sukabumi Marwan Hamami. Di mana ia meminta pejabat di lingkup Pemkab Sukabumi untuk mengaktifkan sarana komunikasi 1×24 jam.

"Para pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar terus mengaktifkan sarana komunikasi 1x24 jam," ujar Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Senin (27/12).

Baca Juga

Terutama para pejabat dilingkungan pemerintah daerah untuk mencermati posisi kebencanaan di wilayah. Sehingga laporan apapun yang diterima cepat tersampaikan dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Upaya ini lanjut Marwan, dilakukan sebagai langkah pemkab dalam meningkatkan kinerjannya dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Khususnya percepatan penanganan kasua bencana di lapangan.

Sebelumnya, bencana longsor dan banjir menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi salah satunya Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sabtu (25/12) sore. Dampaknya sebanyak empat unit rumah mengalami kerusakan akibat longsor dan sebanyak 14 unit rumah lainnya terendam banjir.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, lokasi banjir dan longsor ini terjadi di Kampung Panagan RT 03 RW 02 Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak sekitar pukul 17.30 WIB.

"Hujan deras yang cukup lama mengakibatkan tebing tinggi 10 meter dan lebar 20 meter terjadi longsor," ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Daming Supriatna.

Longsor mengakibatkan sebanyak empat unit rumah warga mengalami jebol bagian belakang. Ke enpat rumah tersebut atas nama Eman Sulaeman 2 KK atau 6 jiwa, Deni Hendrawan 1 KK atau 3 jiwa, Jaya 1 KK atau 3 jiwa, dan Elis 1 KK terdiri atas 2 jiwa.

Longsoran tersebut lanjut Daming, menutupi aliran Sungai Cipamuruyan sehingga aliran sungai tersebut meluap ke pemukiman warga. Dampaknya luapan air sungai menggenangi 14 unit rumah warga yang dihuni 14 Kepala Keluarga (KK).

Dalam peristiwa longsor ini kata Daming, ada satu orang waega atas nama Deni Hendrawan (46 tahun) yang mengalamu luka berat. Di mana korban sempat terkena longsoran material tanah.

"Tim relawan gabungan mengevakuasi 1 orang korban tertimbun tanah longsoran dan melarikan korban ke rumah sakit untuk penanganan medis," kata Daming.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA