Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Tuchel Merasa Chelsea Diperlakukan tak Adil oleh Premier League

Senin 27 Dec 2021 12:26 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel.

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel.

Foto: AP/Rui Vieira
Dalam periode Covid-19, tidak ada satu pun laga Chelsea yang mengalami penundaan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, naik pitam soal pengaturan jadwal teranyar Liga Primer Inggris, terutama terkait penundaan sejumlah laga akibat penyebaran Covid-19. Saat sejumlah laga yang melibatkan tim-tim besar mengalami penundaan, the Blues masih terus merumput kendati sejumlah pemain diketahui positif Covid-19.

Hingga akhir Desember 2021, otoritas penyelenggara Liga Primer Inggris, Premier League, telah menunda 15 laga. Terakhir, Premier League menunda laga Arsenal kontra Wolverhampton Wanderers, yang rencananya digelar pada tengah pekan ini.

Baca Juga

Namun, dalam periode ini, tidak ada satu pun laga Chelsea yang mengalami penundaan. Padahal, sejumlah penggawa the Blues juga diketahui sempat terjangkit Covid-19, seperti Romelu Lukaku dan Callum Hudson-Odoi.

Chelsea pun sempat mengajukan pembatalan hasil imbang, 0-0, kontra Wolves, awal bulan ini. Kendati begitu, permintaan Chelsea itu ditolak oleh Premier League.

Tidak berhenti sampai di situ, Chelsea juga dijadwalkan sudah kembali merumput pada tengah pekan ini, tepatnya kala menghadapi Brighton. Laga ini hanya berselang tiga hari setelah Chelsea membungkam Aston Villa, 3-1, Ahad (26/12) waktu setempat.

Klub asal London Barat itu tercatat telah merumput di delapan laga di semua ajang pada sepanjang bulan ini. Kondisinya kian berat lantaran sejumlah penggawa the Blues mengalami cedera, mulai dari Kai Havertz, Timo Werner, hingga terakhir N'Golo Kante, dan Thiago Silva.

Tuchel pun menilai, pengaturan jadwal partai di Liga Primer Inggris pada bulan ini merugikan Chelsea. Menurutnya, selain kondisi cedera pemain, Chelsea juga tidak memiliki banyak waktu untuk memulihkan kondisi para pemain.

''Ini tidak adil. Kami semua berada di ruang perawatan selama 10 hari dan harus bersiap menghadapi tim yang sempat mengalami penundaan laga. Mereka memiliki waktu persiapan satu pekan. Mereka membuat kami terus merumput, bahkan saat ada sejumlah pemain yang terjangkit Covid-19. Para pemain kami juga mengalami cedera,'' ujar Tuchel seperti dilansir BBC, Senin (27/12).

Selama ini, lanjut pelatih asal Jerman itu, Chelsea terpaksa melakoni semua laga dengan berbagai kekurangan, terutama soal cedera pemain dan paparan Covid-19. The Blues pun berusaha untuk bisa tampil semaksimal mungkin demi mendapatkan tiga poin di setiap laga.

Tidak hanya soal pengaturan jadwal pertandingan, Tuchel juga mengkritik soal keengganan Premier League untuk kembali menerapkan lima jatah pergantian pemain. Hal ini dinilai kontraproduktif dengan upaya untuk melindungi pemain.

''Kami rasanya tidak sungguh-sungguh melindungi pemain karena kompetisi ini menjadi satu-satunya kompetisi Eropa yang tidak menambah jatah pergantian pemain,'' jelas eks pelatih Paris Saint-Germain itu.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA