Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Menang 3-1, Tuchel Berharap Lini Depan Chelsea tak Tumpul Lagi

Senin 27 Dec 2021 07:40 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel. Tuchel berharap lini depan Chelsea menambah ketajamannya mengingat top skorer klub masih dipegang Jorginho yang notabene merupakan gelandang tengah.

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel. Tuchel berharap lini depan Chelsea menambah ketajamannya mengingat top skorer klub masih dipegang Jorginho yang notabene merupakan gelandang tengah.

Foto: EPA-EFE/Anatoly Maltsev
Top skorer Chelsea masih dipegang Jorginho yang merupakan seorang gelandang.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, berharap lini depan timnya tidak tumpul, meski sudah menang 3-1 atas Aston Villa di pekan Boxing Day Liga Primer Inggris, Senin (27/12) dini hari WIB. Chelsea akhirnya bisa memainkan Romelu Lukaku yang baru pulih dari cedera.

Pemain termahal the Blues itu pun menyumbang satu gol yang membuat tim London berbalik unggul setelah Aston Villa merobek jala Chelsea lebih dulu.

Baca Juga

Lukaku tampil sebagai pemain pengganti dalam laga ini, sekaligus menjadi penampilan pertamanya sejak pertengahan Oktober 2021 lalu. Tuchel merasa beruntung striker asal Belgia itu kembali mencatatkan nama di papan skor.

Di satu sisi, Tuchel berharap lini depan Chelsea menambah ketajamannya mengingat top skorer klub masih dipegang Jorginho yang notabene merupakan gelandang tengah. Jorginho sudah mencetak 9 gol. Saat menghadapi Aston Villa, Jorginho bahkan menyumbang dua gol.

"Saya berharap Jorginho tidak berakhir sebagai top skorer di akhir musim. Kami menyukainya, tapi seharusnya ada pemain yang memang bertugas untuk mencetak gol secara reguler. Kami akan berusaha menyediakan kesempatan untuk pemain itu," kata Tuchel seperti dilansir Goal International, Senin (27/12).

Selama krisis striker, mantan pelatih Borussia Dortmund dan Paris Saint-Germain itu lebih sering menggunakan formasi false nine tanpa striker. Ini otomatis membuat gelandang Chelsea lebih banyak memiliki kesempatan untuk mencetak gol.

Namun saat Christian Pulisic yang dijadikan ujung tombak dalam false nine, Chelsea justru kesulitan mengonversi peluang menjadi gol. Karena alasan itulah Tuchel akhirnya memainkan Lukaku dan mengembalikan peran utuh seorang striker.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA