Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Ancaman Mogok Bertanding dan Munculnya Wacana Pergantian Lima Pemain

Ahad 26 Dec 2021 21:17 WIB

Red: Muhammad Akbar

Manajer Manchester United Ralf Rangnick berjabat tangan dengan pemain Manchester United Cristiano Ronaldo pada akhir pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Ahad (5/12).

Manajer Manchester United Ralf Rangnick berjabat tangan dengan pemain Manchester United Cristiano Ronaldo pada akhir pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Ahad (5/12).

Foto: AP/Jon Super
Inggris adalah satu-satunya negara yang hanya mengizinkan tiga pemain pengganti.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON --Para pemain Liga Primer Inggris telah mencapai titik puncak frustasi mereka, menyusul padatnya jadwal pertandingan.

Para manajer dan kapten tim pun menyampaikan keluhan mereka kepada Liga Primer tengah pekan ini. Manajer dan pemain khawatir dengan jumlah pertandingan yang harus mereka mainkan secara berurutan selama periode libur Natal.

Baca Juga

Kembali meningkatkan kasus Covid-19 membuat situasi semakin rumit. Karena sejumlah pertandingan harus ditunda yang disebabkan beberapa tim memiliki kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.

Banyaknya kompetisi yang berbeda itu pun akan menjadi sangat rumit tahun depan. Sebab Piala Dunia Qatar 2022 akan berlangsung pada bulan November dan Desember.

Manajer Manchester City Pep Guardiola pun tak menutup kemungkinan para pemain akan mogok bertanding karena masalah kesejahteraan.

''Haruskah para pemain dan manajer bersama-sama melakukan pemogokan atau sesuatu, karena hanya melalui kata-kata itu tidak akan diselesaikan,'' ucap Guardiola, dikutip dari Skysports, Ahad (26/12).

Meskipun Guardiola menyatakan mogok bertanding adalah pilihan terakhir. Karena manajer dan pemain tetap ingin bermain sepak bola. Pemain dan manajer selalu ingin menghibur penonton yang datang ke stadion.

Tapi ia menekankan, kalau semakin banyak pertandingan, maka hiburan yang diberikan akan semakin sedikit. ''Itu masalah,'' tegas Guardiola.

Manajer Tottenham Antonio Conte, menganggap kalau keluh kesah yang disampaikan kepada Liga Primer akan sia-sia. Meskipun dalam pertemuan tersebut para manajer berusaha menyampaikan masalah dan meminta solusi. Tapi ia merasa Liga Primer telah memutuskan sendiri. Bahkan, ia menyebut pertemuan tersebut seperti bicara dengan tembok.

''Karena ketika Anda memiliki tembok di depan Anda, Anda dapat bertanya dan berbicara tentang apa yang Anda inginkan. Tapi setiap keputusan telah diambil,'' kata Conte.

Salah satu solusi yang kembali muncul jika jadwal pertandingan tetap padat, lalu banyaknya penundaan pertandingan, dengan menerapkan kembali pergantian lima pemain. Selain itu, klub juga ingin pertandingan ulang dan dua leg dibatalkan dalam kompetisi sistem gugur.

Liga top Eropa lainnya telah mengizinkan tim untuk melakukan pergantian lima pemain dalam satu pertandingan. Aturan tersebut diperkenalkan pada awal pandemi melanda seluruh dunia.

Manajer Manchester United, Ralf Rangnick menilai, keputusan menambah slot pergantian pemain pada awal pandemi adalah sesuatu yang sudah benar. Sebab, lanjut dia, pergantian lima pemain bisa menghemat energi, khususnya jika mereka baru saja pulih dari Covid. Saat ini, klub mulai menghadapi situasi yang mirip dengan satu setengah tahun lalu.

''Saya tidak mengerti mengapa itu tidak seperti satu setengah tahun yang lalu. Sejauh yang saya tahu, di Eropa, Inggris adalah satu-satunya negara yang hanya mengizinkan tiga pemain pengganti. Saya pikir akan sangat membantu memiliki lima pemain pengganti,'' ujar Rangnick.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA