Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Stadion Baru Milan dan Inter Bakal Berbeda dari yang Lain

Sabtu 25 Dec 2021 20:46 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Inter Milan Matteo Darmian (kiri) berebut bola pemain AC Milan Fikayo Tomori saat pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan FC Inter di stadion Giuseppe Meazza di Milan, Italia, Senin (8/11) dini hari WIB.

Pemain Inter Milan Matteo Darmian (kiri) berebut bola pemain AC Milan Fikayo Tomori saat pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan FC Inter di stadion Giuseppe Meazza di Milan, Italia, Senin (8/11) dini hari WIB.

Foto: EPA-EFE/MATTEO BAZZI
Stadion the Cathedral juga akan mencakup are kegiatan olahraga dan rekreasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Direktur Firma arsitektur Populous, Christopher Lee percaya bahwa stadion baru AC Milan dan Inter Milan akan berbeda dari arena sepak bola lain di dunia.

Proyek Populous untuk dua klub asal kota mode Italia bernama Stadion the Cathedral. Setelah menanti waktu yang cukup lama Milan dan Inter akhirnya berhasil mendapat lampu hijau membangun hunian baru.

Baca Juga

Lee, yang merupakan direktur umum Populous untuk wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) membahas proyek the Cathedral. Ia menyebut, proyek itu sebagian telah direvisi dari proposal yang awal.

"November lalu, dewan memutuskan untuk mengonfirmasi deklarasi kepentingan publik untuk proyek baru stadion kota Milan. Syaratnya bahwa area tersebut akan dikonfigurasi ulang sebagai distrik olahraga dengan pengurangan volume dan peningkatan area hijau," kata Lee menjelaskan dikutip Football Italia, Sabtu (25/12).

Lebih lanjut, Lee menjelaskan tidak ada desain baru yang mencerminkan perubahan di tingkat masterplan stadion tersebut. Hanya saja, arena ini akan dikhususkan untuk para pejalan kaki lantaran dibangun taman seluas 50 ribu meter persegi, ruang terbuka hijau sekitar 100 ribu meter persegi.

Selain itu Stadion the Cathedral juga akan mencakup are kegiatan olahraga dan rekreasi luar ruangan dan dalam ruangan untuk para pengunjung serta penduduk kota Milan.

"Rencana yang akan dibagikan dengan pemerintah kota dan akan sejalan dengan rencana pemerintah wilayah," sambung Lee.

Lee, yang telah merancang lebih dari 30 stadion di lima benua yang berbeda, kemudian menyoroti beberapa perubahan kecil yang telah dilakukan pada rencana tersebut.

"Tata letak the Cathedral telah disempurnakan untuk menempatkannya di jantung distrik olahraga dan rekreasi baru yang hijau dan berkelanjutan, tujuan baru bagi warga dan pengunjung dari seluruh dunia," kata dia.

Direktur Populous membahas kompatibilitas antara proyek dan karakteristik ibukota Lombardy, dengan mengatakan, dalam tim yang telah mengerjakan proyek sejak konsepsinya ada desainer dengan pengalaman lokal yang luas dan keahlian global.

Selama bertahun-tahun, Populous telah mengerjakan proyek di Italia, termasuk Oval Lingotto di Turin yang dibangun untuk Olimpiade Musim Dingin 2006. Awal tahun ini, mereka juga membuka kantor di Italia tepat di jantung kota Milan.

Terakhir, Lee menyoroti bagaimana arena milik i Rossoneri dan i Nerazzurri akan berbeda dari stadion lain manapun di dunia.

"Katedral tidak akan seperti stadion lain di dunia. Ini akan menawarkan penonton pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan menjadi fasilitas yang inklusif, aman, dan ramah bagi semua pengunjung baik pada hari pertandingan dan ketika tidak ada pertandingan."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA