Jumat 18 Feb 2022 08:08 WIB

Renovasi Rumah dengan Pinjaman, Apa Untungnya?

Jika tidak memiliki tabungan, renovasi rumah dapat dilakukan dengan pinjaman.

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Renovasi Rumah dengan Utang
Renovasi Rumah dengan Utang

Renovasi rumah membutuhkan biaya tidak sedikit. Nilainya bahkan bisa hampir sama dengan membangun rumah baru bila renovasi besar-besaran.

Biaya renovasi rumah mulai dari belasan sampai ratusan juta rupiah. Beruntung kalau punya tabungan atau sudah mempersiapkan kebutuhan ini.

Bagaimana jika tidak? Sementara rumah sudah mendesak untuk diperbaiki. Banyak kerusakan di sana-sini, sehingga membuat tidak nyaman ditinggali.

Solusi persoalan dana renovasi ini adalah dengan pinjaman, seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) maupun Kredit Multiguna (KMG) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pinjaman tersebut memberi plafon cukup besar untuk renovasi rumah.

Berikut keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika renovasi rumah menggunakan uang pinjaman:

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Beli Rumah KPR?

 

Renovasi Rumah

Renovasi rumah dengan pinjaman

1. Tabungan tetap aman

Memakai pinjaman dari bank ataupun lembaga keuangan tidak akan mengganggu simpanan kamu. Tabungan tetap aman untuk persiapan masa depan.

Tabungan bisa digunakan sesuai peruntukannya. Misalnya menabung untuk dana pensiun, membeli mobil, ataupun dana darurat saat kondisi sedang gawat.

Ketika kamu menggunakan pinjaman untuk biaya renovasi rumah, tinggal fokus pada pembayaran cicilan setiap bulan. Bujet ini dapat dialokasikan setiap kamu mendapatkan gaji atau penghasilan.

Sisihkan sekitar 30% dari gaji atau penghasilan untuk membayar utang. Disiplin membayar cicilan akan membuatmu terhindar dari denda keterlambatan dan potensi utang menggunung.

Jadi, rencanakan pinjaman renovasi rumah dengan matang. Ambil tenor dan jumlah cicilan yang sesuai kondisi keuangan, sehingga kamu dapat membayarnya setiap bulan.

Baca Juga: Beli Rumah di Pinggir Kota, Kenapa Tidak?

2. Mencegah pembengkakan biaya 

Renovasi rumah dengan pinjaman dapat mencegah pembengkakan biaya yang berpotensi timbul di kemudian hari. Karena kamu bisa melakukan renovasi dengan cepat.

Sebagai contoh, ingin renovasi rumah di tahun 2020, saat harga bahan bangunan stabil. Tetapi, karena menunggu tabungan cukup, renovasi baru terjadi di 2021 di mana harga bahan bangunan naik.

Akhirnya biaya renovasi malah membengkak. Dari yang seharusnya di 2020 diperkirakan sekitar Rp 100 juta, menjadi Rp 150 juta di tahun 2021.

Andai saja menggunakan pinjaman, kamu sudah bisa renovasi di tahun 2020 sesuai rencana, sehingga terhindar dari membesarnya biaya tersebut.

Dengan uang pinjaman, kamu juga akan lebih cermat menggunakan setiap sennya untuk renovasi rumah. Membeli bahan bangunan dengan harga murah, namun kualitas tetap baik.

Yang pasti kamu akan mengelola dana pinjaman dengan bijak untuk renovasi rumah agar sesuai rencana supaya benar-benar cukup.

Rumah

Biaya renovasi rumah

3. Mewujudkan hunian layak bagi keluarga

Rumah adalah kebutuhan utama yang penting untuk melindungimu dan keluarga dari panas terik dan hujan. Menjadi sebuah ‘istana’ yang nyaman.

Namun karena alasan biaya, banyak orang kerap menunda renovasi rumah. Padahal kamu bisa segera memperbaiki renovasi rumah setelah pinjaman cair.

Tidak perlu menunggu memiliki tabungan khusus untuk kebutuhan ini. Pinjaman dari lembaga keuangan dapat membantu, sehingga membawa perubahan dalam kehidupan kamu dan keluarga.

Apalagi jika rumah sudah sangat mendesak diperbaiki. Apakah menunggu sampai rumah roboh? Tentu tidak, karena biayanya akan lebih besar bila kamu terus menundanya. Semakin cepat diperbaiki, semakin baik.

Baca Juga: Beli Rumah KPR, Lebih Baik DP Besar atau Kecil?

Rencanakan dengan Matang sebelum Meminjam

Mengajukan pinjaman untuk renovasi rumah bukanlah momok asal direncanakan dengan matang. Buat gambaran yang jelas tentang prioritas bagian mana saja yang akan direnovasi.

Dengan begitu, kamu tidak perlu melakukan renovasi pada bagian-bagian yang tidak perlu. Hal seperti ini bukan hanya membuat biaya renovasi membengkak, namun juga bisa membuat hasil renovasi tidak maksimal.

Hindari proses renovasi yang tidak terencana dengan baik. Sebab hal ini bisa membuat tujuan tidak tercapai. Sebagai langkah awal, kamu wajib menentukan bagian mana saja yang akan direnovasi.

Setelah itu, menentukan skala prioritas terlebih dahulu. Jika tujuan renovasi misalnya untuk memperbaiki kamar anggota keluarga yang sudah lapuk, fokuslah pada hal tersebut terlebih dahulu, baru bagian yang lain.

Langkah selanjutnya, melakukan survey harga berbagai kebutuhan bahan bangunan yang akan diperlukan, baik di toko online maupun offline. Termasuk biaya jasa tukang untuk mengerjakan renovasi.

Hal ini akan memudahkan kamu menghitung biaya renovasi tersebut, termasuk melihat gambaran yang jelas tentang hasil renovasi dan bahan bangunan yang akan digunakan nanti.

Baca Juga: Cicilan DP Rumah KPR, Pilih ke Bank atau Pengembang?

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement