Jumat 24 Dec 2021 15:14 WIB

PDAM Kabupaten Bekasi Kumpulkan Laba Rp 35 Miliar pada 2021

Sekitar 55 persen keuntungan PDAM Tirta Bhagasasi diserahkan untuk Pemkab Bekasi.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi.
Foto: Dok PDAM Kabupaten Bekasi
Petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi meraup laba hingga Rp 35 miliar sepanjang 2021. Angka itu disumbangkan perseroan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

Perusahaan pelat merah daerah itu tidak terpengaruh pandemi Covid-19. Bahkan, berkat upaya peningkatan layanan kepada masyarakat justru berimbas pada peningkatan penghasilan perusahaan.

Baca Juga

"Pendapatan jelang akhir tahun ini, PDAM mengalami keuntungan yang meningkat dari anggaran yang kita rencanakan. Kita mendapatkan laba Rp 35 miliar," kata Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Usep Rahman Salim di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/12).

Dari keuntungan tersebut, kata Usep, Pemkab Bekasi selaku pemilik berhak menerima 55 persen laba. Sedangkan 45 persen sisanya digunakan PDAM untuk pengembangan usaha, pembayaran gaji pegawai, dana sosial, pendidikan, serta dana cadangan. "Mudah-mudahan di tahun depan kami mampu meraih keuntungan lebih besar dengan target minimal peningkatan keuntungan bertambah menjadi 20 persen dari tahun ini," katanya.

Terkait rencana bisnis mendatang, menurut Usep, perusahaan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan yang berada di Kabupaten dan Kota Bekasi. Usep mengaku, sepanjang tahun ini, perseroan telah berhasil menambah produksi menjadi 3.846 liter per detik melalui pembangunan instalasi pengolahan air baru serta kerja sama badan usaha swasta dengan skema pembelian air curah.

Perseroan juga mampu menambah jumlah pelanggan hingga 50 ribu sambungan langganan atau mencapai target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja anggaran perusahaan tahun 2021. "Dan kami akan terus berupaya meningkatkan jumlahnya. Selaku perusahaan milik daerah tentu prioritas kami bukan hanya berorientasi profit namun juga social oriented melalui pelayanan masyarakat," kata Usep.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement