Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Buffon: Ronaldo Bikin Juventus Kehilangan DNA Sebagai Sebuah Tim

Jumat 24 Dec 2021 10:00 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar

Kiper Juventus Gianluigi Buffon  meneriakkan instruksi kepada rekan satu timnya pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Napoli di Stadion Allianz di Turin, Italia, Kamis (8/4) dini hari WIB.

Kiper Juventus Gianluigi Buffon meneriakkan instruksi kepada rekan satu timnya pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Napoli di Stadion Allianz di Turin, Italia, Kamis (8/4) dini hari WIB.

Foto: Fabio Ferrari / LaPresse via AP
saya pikir Juve kehilangan DNA sebagai sebuah tim

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN --Gianluigi Buffon menilai, kedatangan Cristiano Ronaldo di Juventus terbukti merusak prospek mereka, terutama di Liga Champions.

Menurut Buffon, yang kini bermain di Serie B bersama Parma, Juventus memiliki kesempatan untuk memenangkan Liga Champions pada tahun pertama Ronaldo tiba. Saat itu Buffon sedang membela Paris Saint-Germain dan tidak tahu apa yang terjadi.

''Ketika saya kembali, saya bekerja dengan CR7 selama dua tahun dan kami melakukannya dengan baik bersama-sama, tetapi saya pikir Juve kehilangan DNA sebagai sebuah tim,'' ungkap Buffon, dikutip dari Football-italia, Jumat (24/12).

Buffon dan Ronaldo mencapai final Liga Champions pada 2017, dimana Juventus diisi oleh pemain berpengalaman.

Padahal saat itu Juventus mestinya bersatu dan setiap pemain bersaing untuk mendapatkan tempat di tim. Tapi hal tersebut hilang karena Ronaldo.

Meski demikian, statistik menunjukan, meskipun telah meninggalkan Juventus musim panas lalu ke Manchester United, Ronaldo masih menjadi pencetak gol terbanyak Si Nyonya Tua untuk tahun kalender 2012, dengan 20 gol di semua kompetisi.

Ini bukan pertama kalinya pemain Juve mengatakan kehadiran Ronaldo memusatkan semua perhatian mereka untuk 'melayani' bintang asal Portugal tersebut.

Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini juga menyebut kalau Juventus akhirnya lebih mengandalkan bakat individu, dibandingkan bermain sebagai sebuah tim.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA