Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Ini Alasan Guardiola Minta Pergantian Pemain Jadi Lima

Jumat 24 Dec 2021 07:57 WIB

Red: Muhammad Akbar

Pelatih kepala Manchester City Pep Guardiola melihat keluar selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester City dan West Ham United di stadion Etihad di Manchester, Inggris 28 November 2021.

Pelatih kepala Manchester City Pep Guardiola melihat keluar selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester City dan West Ham United di stadion Etihad di Manchester, Inggris 28 November 2021.

Foto: AP/Scott Heppell
klub harus dibolehkan mengganti lima pemain

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER — Tradisi unik Liga Primer Inggris yang tetap berlaga saat momen Natal dan Tahun Baru seharusnya tidak berubah tetapi klub harus dibolehkan mengganti lima pemain guna melindungi para pemain di tengah jadwal yang padat, kata manajer Manchester City Pep Guardiola seperti dikutip Reuters, Jumat (24/12).

Liga-liga papan atas di Eropa mengadopsi aturan jumlah pergantian pemain per pertandingan menjadi lima guna meringankan beban kerja para pemain di tengah pandemi COVID-19, tetapi klub-klub Liga Inggris tak mau melakukan hal ini.

Ketika sebagian besar liga jeda musim dingin, tim-tim Inggris malah memainkan tiga pertandingan dalam kurun 26 Desember-2 Januari. Tetapi mengingat banyak laga ditunda gara-gara COVID-19, Guardiola mengatakan sudah waktunya Liga Inggris beradaptasi ketentuan pergantian lima pemain.

"Tradisi Boxing Day memang penting sekali. Ini ciri khas liga ini. Tidak akan berubah... Boxing Day sangat menyenangkan bagi keluarga untuk pergi bersama ke stadion," kata Guardiola menjelang lawatan ke kandang Leicester City lusa.

Namun dari sisi pemain, Guardiola menganggap jadwal yang padat membuat pemain tak punya waktu libur yang cukup. Oleh karena itu rotasi pemain menjadi sangat penting.

"Kami ingin melindungi para pemain, jadi berlakukan aturan lima pergantian pemain. Itu jauh lebih baik dengan jumlah pertandingan sebanyak sekarang, tetapi Liga Premier dan klub sudah memutuskan 'tidak'," kata Guardiola.

Para pemain dan manajer beranggap keselamatan pemain tidak dianggap cukup serius padahal COVID-19 terus memperburuk situasi. Guardiola lalu mengatakan klub-klub harus bersatu dan mogok bermain sekalipun dia tak menginginkan hal ini terjadi.

"Hanya kata-kata tidak akan menyelesaikan apa pun. (Bagi) UEFA, FIFA, Liga Premier, televisi, bisnis lebih penting daripada keselamatan pemain," tambah Guardiola.

"Mungkin kami perlu mogok agar orang-orang memperhatikan... (tetapi) kami ingin bermain untuk membahagiakan orang-orang selama Desember. Kami senang melakukannya," pungkas Guardiola.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA