Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

BUMN Dorong Peningkatan Produksi Pertanian Lewat Program Makmur

Kamis 23 Dec 2021 19:26 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi

PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama para petani menggelar tanam padi perdana dengan pendampingan program Makmur di Desa Sukamanah, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/12).

PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama para petani menggelar tanam padi perdana dengan pendampingan program Makmur di Desa Sukamanah, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/12).

Foto: Republika/Desy Susilawati
Petani yang bergabung dalam program Makmur dipastikan mendapat banyak manfaat.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Kementerian BUMN melalui  PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali merealisasikan program Makmur di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program tersebut akan dilaksanakan di atas lahan seluas 11,6 hektar untuk komoditas padi. 

Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, para petani yang bergabung dalam program Makmur dipastikan mendapat banyak manfaat, mulai dari peningkatan produktivitas maupun penghasilan pertanian. 

Baca Juga

"Melalui program Makmur, produksinya bisa meningkat, biasanya kita 7 ton per hektar kalau kita pakai Makmur 8-9 ton per hektar. Ini berdasarkan beberapa hasil di lapangan bisa meningkat 8-9 ton per hektar," kata Arya di Desa Sukamanah, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Kamis (23/12). 

Arya menjelaskan, program Makmur di Rawamerta itu merupakan perdana dan bekerja sama dengan PT Telkomsel (Persero) khususnya dalam menerapkan teknologi pertanian presisi. Adapun, program Makmur akan menghubungkan petani dengan project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, off taker, dan pemerintah daerah. 

Arya sekaligus mengajak para petani yang berada di wilayah Karawang, Jawa Barat untuk bergabung pada program Makmur Pupuk Indonesia. Sebab, Karawang menjadi salah satu lumbung padi nasional sehingga membutuhkan pendampingan pertanian yang lebih baik. 

Sementara itu, Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto, mengungkapkan, hingga saat ini program Makmur telah dilakukan pada 66.371 hektar dan melibatkan 48.404 petani. Bob berharap teknologi pertanian presisi yang ditawarkan oleh Telkomsel memberikan dampak baik bagi petani, yaitu dari sisi hasil panen atau produktivitas dan penghasilan meningkat. 

"Perlu kami sampaikan juga, bahwa Program Makmur ini mengedepankan penggunaan pupuk komersil dari Pupuk Indonesia Grup," kata Bob. 

SVP Enterprise Account Management Telkomsel, Dharma Simorangkir, menjelaskan, program Makmur di Rawamerta ini menjadi pilot project penerapan teknologi presisi untuk sektor pertanian. Menurut Dharma, teknologi presisi milik Telkomsel bisa diterapkan untuk komoditi padi, tebu, jagung dan tembakau. 

Dharma mengungkapkan teknologi presisi pertanian dapat memberikan rekomendasi dosis pemupukan secara tepat dan efisien, sehingga produktivitas bisa optimal dan keuntungan petani meningkat. Lalu, teknologi tersebut uga memberikan layanan precision sprayer sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya serta kualitas hasil tanaman. 

Adapun teknologi yang diterapkan pada tanam perdana Program Makmur di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini adalah berupa drone yang dimanfaatkan dalam menebar pupuk. Menurut Dharma, teknologi drone ini hanya membutuhkan waktu 10 menit menebarkan pupuk per satu hektar dari yang sebelumnya membutuhkan lima sampai tujuh hari.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA