Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Alasan Durhaka kepada Orang Tua Disandingkan dengan Bahaya Syirik

Rabu 22 Dec 2021 17:14 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Nashih Nashrullah

Durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa besar. Ilustrasi

Durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa besar. Ilustrasi

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hari Ibu Nasional yang ke-93 diperingati pada Rabu (22/12). Momen ini memperingatkan anak untuk selalu berbakti kepada orang tua, khususnya ibu. 

Dalam ajaran Islam, perintah untuk berbakti kepada orang tua disampaikan melalui para rasulnya. Rasulullah ﷺ bersabda: 

Baca Juga

الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأمهات “Surga ada di telapak kaki ibu,” (HR Ibnu Majah). Hadits tersebut ditafsirkan secara beragam. 

Ada yang menyebut bahwa ibu bertanggung jawab untuk mengajar anak-anaknya kewajiban agama dan perilaku baik yang akan memenangkan surga bagi mereka atau itu mungkin anak akan mendapatkan surga dengan melayani ibu sepanjang hidupnya.

Bagaimanapun, hadits itu menunjukkan bentuk penghargaan besar, yaitu rasa hormat yang diajarkan Islam untuk ibu. Dalam Alquran dijelaskan pengakuan khusus atas penderitaan ibu saat melahirkan dan menyusui anaknya. Allah berfirman dalam surat Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Dilansir About Islam, Rabu (22/12), ada pepatah Arab yang mengatakan “Jika Anda ingin tahu bagaimana seorang pria akan memperlakukan istrinya, lihat bagaimana dia memperlakukan ibunya.” Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ juga mengatakan posisi ibu lebih dari ayah. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه  قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ قَالَ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أُمُّكَ ثُمَّ أَبُوكَ  

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasul pun menjawab: ‘Ibumu’. ‘Lalu siapa lagi?’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ayahmu’.”

Rasulullah menekankan sebagai anak wajib berbakti kepada orang tua. Sebab, mendurhakai orang tua termasuk dalam dosa besar. 

عن أبي بَكْرة قال: كنا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: ألا أنبئكم بأكبرِ الكبائر؟ ثلاثًا: الإشراك بالله، وعقوق الوالدين

Abu Bakrah meriwayatkan, Rasulllah  ﷺ berkata “Maukah aku memberitahumu tentang dosa besar yang terbesar?”, sebanyak tiga kali, Mereka menjawab “Ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah  ﷺ bersabda, “Menyekutukan Allah dan tidak berbakti kepada orang tua.” (HR Bukhari). 

 

Sumber: aboutislam, aboutislam  

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA