Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Gus Yahya Ingin Kembalikan Kejayaan NU

Rabu 22 Dec 2021 12:31 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Ada tiga poin ikrar yang dibacakan dalam kesempatan tersebut. 

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Sebanyak 447 Pengurus Cabang dan Wilayah Nahdlatul Ulama (PCNU dan PWNU) menghadiri silaturahmi dengan calon ketua umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjelang muktamar NU ke 34 di Lampung, Selasa (21/12) malam. Pertemuan yang digelar di Graha Wangsa ini sekaligus untuk membacakan ikrar dukungan kepada Gus Yahya.

Ada tiga poin ikrar yang dibacakan dalam kesempatan tersebut. Pertama, mendukung penyelenggaraan Muktamar NU ke 34 di Lampung berjalan secara damai sejuk dan bermartabat. Kedua, mendukung penyelenggaraan muktamar sesuai dengan protolol kesehatan.

"Ketiga, mendukung KH Yahya Cholil Staquf menjadi  Ketua Umum PBNU masa khidmat 2021-2026," demikian ikrar yang dibacakan peserta.

Sebelum berikrar, PWNU juga sempat menyampaikan jumlah PCNU yang memberikan dukungan kepada Gus Yahya. PWNU Bengkulu misalnya, dari 10 cabang 100 persen bulat memberikan dukungan kepada Gus Yahya. Kemudian Kalimantam Selatan, 13 cabang juga mendukung Gus Yahya. 

Baca juga : Hadiri Muktamar NU, Cak Imin: Kedua Calon Sama-Sama Terbaik

Gus Yahya dalam sambutannya menyampaikan kesiapannya untuk menghidupkan lagi masa kejayaan NU seperti era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. "Kita merindukan kejayaan Gus Dur. Tapi Gus Dur sudah tiada, dan tidak ada serorangan pun yang bisa menggantikannya. Maka, saya ingin mengajak untuk menjadi satu barisan untuk berupaya secara bersama-sama menghidupkan Gus Dur," kata Gus Yahya.

Selain itu, Gus Yahya juga mengajak untuk menjadikan muktamar sebagai ajang untuk membangun kesepakatan. Dia berkomitmen, untuk bekerja dalam satu barisan.

"Mulai sekarang kita akan bekerja bersama dalam satu barusan satunl langkah satu tujuan yaitu masa depan yang lebih baik bagi NU, bagi Indonesia, bagi Islam, dan bagi peradaban dunia, denga cara menghidupkan Gus Dur," ucap dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA