Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Pemkab Garut Janji Segera Perbaiki Puskesmas Mekarmukti

Rabu 22 Dec 2021 11:05 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bilal Ramadhan

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman meninjau langsung kondisi terkini Puskesmas Mekarmukti di Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Selasa (21/12).

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman meninjau langsung kondisi terkini Puskesmas Mekarmukti di Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Selasa (21/12).

Foto: Diskominfo Garut
Wabup Garut sebut keberadaan puskesmas di Kecamatan Mekarmukti itu sangat dibutuhkan.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berjanji akan segera memperbaiki dua ruangan Puskesmas Mekarmukti yang rusak terdampak ambruknya tembok penahan tebing (TPT). Perbaiakan puskemas itu akan dianggarkan menggunakan belanja tak terduga (BTT).

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, keberadaan puskesmas yang berlokasi di Kecamatan Mekarmukti itu sangat dibutuhkan masyarakat. Apabila dua ruangan itu tak kunjung diperbaiki, pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan terhambat.

Baca Juga

"Saya lihat ini juga banyak digunakan oleh masyarakat. Saya minta segera diperbaiki, saya minta masuk BTT agar bisa segera selesai, dan bisa digunakan lagi," kata Helmi.

Tembok dua ruangan di Puskesmas Mekarmukti sebelumnya roboh tertimpa TPT yang ambruk pada Jumat (17/12). Setelah tembok itu roboh, baru diketahui rangka tembok itu menggunakan bambu, alih-alih besi.

Terkait penggunaan bambu untuk bagunan itu, Helmi mengaku sudah melihat langsung kondisinya. Ia juga telah menyocokkan bangunan tersebut dengan gambar perencanaan saat pembangunan.

"Setelah dilihat, memang bangunan ini hanya memiliki empat tiang. Empat tiang itu saya lihat ada besinya. Namun ada tiang tambahan untuk menguatkan antarjendela, itu rangkanya dari bambu, tapi di gambar tidak ada," ujar dia.

Menurut dia, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, pihak ketiga dalam pembangunan puskesmas itu sudah ada itikad baik untuk melakukan perbaikan. Namun, pihaknya akan memperjelas terkait penggunaan bambu untuk rangka bangunan.

"Apakah ada kelalaian atau seperti apa. Yang penting sudah ada itikad baik," kata dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA