Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Presiden Palestina Sampaikan Pentingnya Perkuat Hubungan dengan AS

Rabu 22 Dec 2021 06:51 WIB

Rep: umar mukhtar/ Red: Hiru Muhammad

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menerima Penjabat Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, Yael Lambert, di markas presiden di Ramallah, pada Selasa (21/12) malam. Dalam pertemuan ini, Abbas memberi penjelasan kepada Lambert tentang perkembangan terakhir di wilayah Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menerima Penjabat Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, Yael Lambert, di markas presiden di Ramallah, pada Selasa (21/12) malam. Dalam pertemuan ini, Abbas memberi penjelasan kepada Lambert tentang perkembangan terakhir di wilayah Palestina.

Foto: UN Web TV via AP
Israel terus merusak upaya pencapaian solusi dua negara

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menerima Penjabat Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, Yael Lambert, di markas presiden di Ramallah, pada Selasa (21/12) malam. Dalam pertemuan ini, Abbas memberi penjelasan kepada Lambert tentang perkembangan terakhir di wilayah Palestina.

Hal tersebut terutama mengenai tindakan sepihak Israel yang merusak solusi dua negara. Dia menyampaikan, kondisi demikian menekankan perlunya menghentikan tindakan Israel ini atas Palestina, sebagaimana dilansir dari laman Wafa, Rabu (22/12).

Baca Juga

Abbas juga menegaskan tentang perlunya segera mengimplementasikan perjanjian yang ditandatangani antara kedua belah pihak. Tujuannya, untuk memulai langkah nyata proses politik berdasarkan resolusi PBB.

Dalam pertemuan tersebut, Abbas pun menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral dengan AS dan mengatasi hambatan yang menghalangi hubungan tersebut. Selain itu, dia diperkirakan menerima Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan yang memulai kunjungan malam ini ke wilayah tersebut.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Israel terus merusak upaya pencapaian solusi dua negara. Dia mengisyaratkan Palestina akan mengambil pendekatan berbeda tahun depan. "Kami menegaskan kembali penolakan mutlak kami terhadap kelanjutan pendudukan Israel atas tanah negara Palestina dan diskriminasi rasial dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina," kata Abbas.

Abbas mengatakan, Palestina masih berupaya mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif dengan Israel. Hal itu didasarkan pada prinsip solusi dua negara dan resolusi internasional yang relevan dengan naungan Kuartet Internasional yakni Amerika Serikat (AS), Rusia, PBB, serta Uni Eropa.

Namun, kebijakan-kebijakan apartheid dan diskriminatif Israel terus menggerus potensi untuk mencapai hal tersebut."Ini akan memaksa kami menggunakan pilihan lain jika pendudukan tidak membalikkan tindakannya. Kami mungkin terpaksa mengambil keputusan penting yang akan kami bahas dalam pertemuan Dewan Pusat PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) berikutnya, yang akan diadakan awal tahun depan," ujar Abbas.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA