Senin 20 Dec 2021 18:42 WIB

Bandara Supadio Pontianak Pastikan tak Ada Lonjakan Penumpang

Sebab, tidak ada kebijakan penambahan penerbangan.

Suasana Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Bandara Supadio memastikan pada momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tidak ada lonjakan penumpang.
Foto: JESSICA HELENA WUYSANG/ANTARA
Suasana Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Bandara Supadio memastikan pada momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tidak ada lonjakan penumpang.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II (AP II) Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Akbar Putra Mardhika memastikan pada momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tidak ada lonjakan penumpang. Sebab, tidak ada kebijakan penambahan penerbangan.

Akbar menyampaikan, berdasarkan regulasi yang ada sebagaimana arahan dari Kementerian Perhubungan, dipastikan tidak ada lonjakan jumlah penumpang secara signifikan. "Karena tidak ada izin penambahan penerbangan untuk maskapai. Hal itu sejalan dengan kebijakan perjalanan selama pandemi Covid-19," ujarnya di Pontianak, Kalbar, Senin (20/12).

Baca Juga

Ia menambahkan, dibandingkan hari biasa, pada momen Natal dan tahun baru ada penambahan penumpang. Pihaknya peningkatan jumlah penumpang sekitar 10 persen saja.

"Kenaikan jumlah penumpang hanya 10 persen saja. Kembali, ini karena tidak izin ada penambahan penerbangan bagi maskapai," kata Akbar.

Terkait persiapan melayani penumpang di Bandara Internasional Supadio Pontianak, pihaknya telah membuat Posko Natal dan Tahun Baru bersama dari AP II yang melibatkan maskapai, TNI dan Polri. Posko yang dibuat untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan kebijakan regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Kemudian untuk penerapan protokol kesehatan, pihaknya menyediakan fasilitas dan prosedur pencegahan dengan pesan jaga jarak, cek suhu, penggunaan disinfektan, sentra vaksinasi dan lainnya. Kemudian penumpang juga dideteksi dalam aplikasi Pendulindungi. Hal itu untuk memastikan perkembangan penumpang dalam hal vaksinasi dan validasi tes Covid-19 sehingga menguatkan maskapai untuk mengeluarkan boarding pass.

"Kami terus mengajak semua untuk bersama menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," kata Akbar.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement