Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

OJK Luncurkan Tiga Infrastruktur Literasi Keuangan

Senin 20 Dec 2021 13:20 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya berkisar 38,03 persen pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga infrastruktur literasi keuangan yakni Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025, Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan, dan Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan bagi Calon Pengantin.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan perkembangan sektor jasa keuangan yang semakin pesat memberikan dorongan dapat berinovasi. Hal ini untuk menghadapi tantangan terkait rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat yang hanya berkisar 38,03 persen pada 2019.

Baca Juga

"Pada kesempatan yang baik ini kami bermaksud meluncurkan tiga jenis infrastruktur literasi keuangan. Hal ini merupakan upaya Otoritas Jasa Keuangan, untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat guna mencapai indeks inklusi keuangan pada tahun 2024 sebesar 90 persen," ujarnya saat Peluncuran Infrastruktur Literasi Keuangan secara virtual Senin (20/12).

Dia menjelaskan strategi akselerasi literasi keuangan masih memerlukan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk industri jasa keuangan, Kementerian lembaga dan instansi terkait. 

“SNLKI 2021-2025 menjadi pedoman yang selaras dengan arah sektor jasa keuangan pada pilar kedua kerangka struktural master plan sektor jasa keuangan 2021-2025. Arah strategis dalam SNKLI 2021-2025 disusun dengan mempertimbangkan keberlanjutan beberapa program strategis 2013 yang sudah kita revisi juga 2017,” jelasnya.

Menurutnya hasil survei literasi inklusi keuangan 2019 rekomendasi dari berbagai pihak, disebutkan untuk meningkatkan literasi inklusi keuangan. Hal ini untuk meningkatkan kegiatan literasi keuangan yang lebih berkualitas, studi literatur mengenai perkembangan konsep evaluasi kegiatan literasi keuangan yang telah dan sedang berjalan, implementasi literasi keuangan di negara lain.

Adapun penyusunan SNLKI 2021-2025 kajian dan pembahasan secara internal serta melibatkan sekretariat dewan nasional keuangan inklusif, pokja literasi dan seluruh lembaga yang menjadi pokja satu edukasi keuangan pada kegiatan focus group discussion SNLKI 2021, yang juga telah melalui proses seminar bersama anggota dewan komisioner OJK.

"Setelah melalui serangkaian proses finalisasi SNLKI 2021-2025 telah tersedia baik dalam versi bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris," ucapnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA