Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Keutamaan Diam Menurut Al Ghazali 

Senin 20 Dec 2021 04:16 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Keutamaan Diam Menurut Al Ghazali. Foto: Diam/Ilustrasi

Keutamaan Diam Menurut Al Ghazali. Foto: Diam/Ilustrasi

Foto: Pixabay
Dalam sejumlah hal, diam dianjurkan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Abu Hamid Al-Ghazali mengatakan, bahwa lisan itu amat besar bahayanya jika tidak dijaga. Menurutnya, tidak ada orang yang bisa selamat darinya, kecuali dengan diam. 

"Oleh sebab itu agama memuji sikap diam bahkan menganjurkannya," tulis Imam Ghazali dalam kitabnya Alal-al-Lisan yang telah diterjemahkan oleh Fuad Kauma menjadi 'Bahaya Lisan'.

Baca Juga

Imam Ghazali menuliskan beberapa hadits tentang anjuran diam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah berkata: 

"Diam adalah kebijaksanaan, dan sedikit orang yang mampu melakukannya."

"Maksudnya, diam itu kebijaksanaan dan keteguhan," tulis Al Ghazali.

Dari Abdullah Ibn Sufyan, bahwa ayahnya berkata:

"Aku pernah bertanya kepada Rasulullah. Wahai Rasulullah beritahukanlah kepadaku tentang Islam akan sesuatu yang aku tidak akan bertanya kepada seseorang pun setelah engkau. Maka beliau berkata. "Katakanlah aku beriman kepada Allah kemudian istiqomahlah!" Ayah Abdullah Ibn Sufyan kemudian bertanya lagi apakah gerangan yang harus aku pelihara? Rasulullah SAW lantas menunjukkan lidahnya dengan tangannya."

Uqbah ibn Amir berkata:

"Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. Ya Rasulullah apakah keselamatan itu? Beliau menjawab, tahanlah lisanmu dan hendaknya rumahmu menyenangkanmu (karena penuh dengan zikir-zikir dan menangislah atas kesalahanmu (karena menyesal)."

Diriwayatkan oleh Sahal ibn Saidi bahwa Rasulullah berkata: 

"Barangsiapa berjanji kepadaku akan menjaga apa yang ada di antara janggut dan kumisnya (mulut) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan), niscaya aku akan menjamin surga baginya." 

Dalam sabda beliau yang lain. 

"Barangsiapa menghindari kejahatan qabqabnya, dzabdzab dan laqlaqnya berarti ia telah menghindari dari semua kejahatan.:

Qabqab adalah perut, dzabdzab adalah kemaluan dan laqlaq adalah lisan. Kebanyakan manusia akan binasa oleh ketiga syahwat ini. Oleh karena itu kata Imam Ghazali harus disampaikan tentang bahaya lisan, setelah menyampaikam tentang bahaya perut dan kemaluan.

Rasulullah pernah ditanya tentang sesuatu yang paling bisa menyebabkan seseorang masuk surga beliau menjawab. 

"Takwah kepada Allah dan berbudi pekerti mulia." 

Beliau ditanya tentang sesuatu yang paling bisa menyebabkan seseorang terjerumus ke jurang neraka, maka beliau mengatakan.

"Dua lubang yaitu mulut dan kemaluan."

Bisa jadi yang dimaksud dengan mulut adalah bahaya lisan koma sebab mulut tempatnya lisan titik bisa jadi pula yang dimaksud dengan mulut adalah perut koma karena perut adalah sumbernya.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA