Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

WHO: Kasus Omicron Berlipat Ganda dalam Tiga Hari

Sabtu 18 Dec 2021 18:51 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Indira Rezkisari

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron

Foto: Pixabay
Data tingkat keparahan klinis varian Omicron masih terbatas.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (18/12) mengatakan, kasus varian Omicron meningkat dalam 1,5 hari hingga 3 hari secara lokal. Omicron menyebar dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi.

WHO mengatakan, hingga saat ini belum diketahui apakah varian Omicron dapat menghindari kekebalan sehingga menyebar dengan cepat. WHO menambahkan, masih banyak yang belum diketahui tentang varian Omicron termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Baca Juga

“Data tingkat keparahan klinis Omicron masih terbatas. Lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan, dan bagaimana tingkat keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi dan kekebalan yang sudah ada sebelumnya. Data yang tersedia masih terbatas, dan tidak ada bukti peer-review, tentang kemanjuran atau efektivitas vaksin untuk Omicron," ujar pernyataan WHO, dikutip dari Reuters.

WHO memperingatkan bahwa, kecepatan peningkatan kasus yang terkait dengan Omicron dapat membuat rumah sakit kewalahan. Hal ini sudah terjadi di beberapa negara seperti Inggris dan Afrika Selatan. WHO mencatat, varian Omicron saat ini sudah terdeteksi di 89 negara.

“Rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat, dan karena jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan sistem perawatan kesehatan menjadi kewalahan," kata pernyataan WHO.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA