Sabtu 18 Dec 2021 10:06 WIB

Kenaikan Pemesanan Kendaraan Sokong Sektor Pembiayaan yang Belum Pulih

APPI mencatat piutang pembiayaan industri akhir Oktober 2021 membaik jadi 5,5 persen.

Ada banyak cara memiliki kendaraan, salah satunya dengan kredit.
Foto: dok Republika
Ada banyak cara memiliki kendaraan, salah satunya dengan kredit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Naiknya pemesanan kendaraan bermotor dalam setahun terakhir telah menyokong sektor pembiayaan yang belum pulih, bergerak lebih baik meskipun pertumbuhannya masih minus secara tahun ke tahun (year on year). Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), seperti disampaikan dalam siaran pers Pefindo, Sabtu (18/12), mencatat bahwa piutang pembiayaan industri pada 2020 mengalami kontraksi minus 18 persen, namun kemudian akhir Oktober 2021 membaik menjadi 5,5 persen (yoy).

"Hal ini didorong oleh naiknya penjualan kendaraan roda dua dan empat sejak awal 2021, terutama penjualan kendaraan roda empat yang sangat terbantu oleh insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) sejak April sampai Desember 2021. Insentif tersebut meningkatkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru," menurut Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno.

Baca Juga

Hingga Oktober lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil tahun 2021 tumbuh pesat menyentuh angka 67 persen yakni terjual sebanyak 703.089 unit dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama. Pertumbuhan ini diprediksi akan terus terjadi, mengingat program DP 0 persen untuk pembelian mobil dan motor resmi diperpanjang hingga akhir tahun 2022, dan juga insentif diskon PPnBM yang diperpanjang sampai akhir tahun ini.

Meskipun terjadi pertumbuhan pesanan pembelian kendaraan dan peningkatan potensi kredit kendaraan roda empat, perusahaan pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas kredit. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement