Jumat 17 Dec 2021 16:23 WIB

Menuju IPO, LinkAja Perbaiki Fundamental Bisnis

IPO merupakan satu langkah strategis dari sebuah perusahaan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
LinkAja. Sebelum sampai pada IPO, LinkAja akan fokus memperbaiki layanan dan fundamental.
Foto: Linkaja
LinkAja. Sebelum sampai pada IPO, LinkAja akan fokus memperbaiki layanan dan fundamental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) disebut akan menjadi alternatif penggalangan modal bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi. Anak usaha BUMN, PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja, turut mempersiapkan diri menuju aksi korporasi tersebut. 

Direktur Marketing LinkAja, Wibawa Prasetyawan, mengatakan, IPO merupakan satu langkah strategis dari sebuah perusahaan. Sebelum sampai pada tahapan tersebut, menurut Wibawa, LinkAja akan fokus memperbaiki layanan dan fundamental. 

Baca Juga

"Saat ini kita sedang fokus untuk terus memperbaiki layanan dan fundamental bisnis. Dari fundamental bisnis yang baik ini tentu kami akan menuju ke IPO," kata Wibawa di Jakarta, Kamis (17/12). 

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong BUMN dan anak usahanya untuk go public. Erick mematok penawaran umum IPO BUMN atau anak usaha dapat terwujud secara bertahap pada tahun ini.

Menjelang akhir 2021, beberapa anak usaha BUMN sudah mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk resmi tercatat di BEI pada 22 November lalu melalui IPO dengan raihan dana segar mencapai Rp18,79 triliun. 

PT Adhi Commuter Properti Tbk juga baru saja menggelar IPO. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk ini melepas sebanyak 8,01 miliar lembar saham dan membidik dana segar antara Rp1,04 triliun hingga Rp1,6 triliun.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement