Rabu 15 Dec 2021 09:50 WIB

Kematian Pertama Akibat Varian Omicron, IHSG Berpotensi Terguncang

Pagi ini IHSG dibuka menguat tipis ke posisi 6.615,72

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di zona positif pada perdagangan hari ini, Rabu (15/12). IHSG menguat tipis ke posisi 6.615,72 setelah ditutup koreksi pada perdagangan hari sebelumnya di level 6.615,63.

IHSG diperkirakan akan berfluktuasi seiring dengan indeks saham global yang bergerak campuran. Dari AS, bursa utama Wall Street kompak memerah pada perdagangan semalam. Sementara bursa di Asia, hanya beberapa indeks yang menghijau. 

Baca Juga

Valbury Sekuritas memproyeksi IHSG akan bergerak mix hari ini. "IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini," tulis Valbury Sekuritas dalam risetnya, Rabu (15/12). 

Valbury Sekuritas mengatakan, IHSG akan mendapat pengaruh dari sentimen dalam negeri antara lain pengumuman Bank Indonesia (BI) terkait utang luar negeri (ULN) Indonesia yang menurun dari September 2021 yang sebesar 423,8 miliar dolar AS menjadi 422,3 miliar dolar AS pada akhir Oktober 2021.

Secara tahunan, posisi ULN Oktober 2021 tumbuh 2,2 persen yoy jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ULN September 2021 yang sebesar 3,8 persen yoy. Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN pemerintah dan sektor swasta.

Sentimen lainnya, yaitu Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (HPP) yang turut mengatur kenaikan pajak penghasilan orang pribadi atau PPh OP  dinilai sudah memenuhi unsur keadilan sosial. Untuk diketahui, melalui UU HPP, setiap orang yang memiliki penghasilan di atas Rp 5 miliar akan dikenakan pajak 35 persen. 

Adapun sentimen pasar dari luar negeri, menurut Valbury Sekuritas, perkembangan varian omicron yang tengah membuat banyak negara di dunia merasa waswas. Di Inggris, sudah ada satu pasien Covid-19 varian omicron yang meninggal dunia. 

PM Johnson telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat dan mendesak masyarakat untuk menerima suntikan booster vaksin Covid-19. Di sisi lain, Cina telah mengumumkan kasus pertama varian omicron. Varian ini terdeteksi di kota utara Tianjin dari orang yang baru kembali dari luar negeri.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement